Sabtu, 20 Oktober 2012

Andai Aku Jadi Menteri Koperasi


Menjadi seorang menteri adalah salah satu tugas yang cukup tidak mudah, karena menjadi seorang menteri harus bertanggung jawab atas apa yang telah terjadi baik sesuai rencana ataupun tidak. Memang semua pekerjaan harus ada pertanggung jawabannya, namun kinerja menteri dapat mempengaruhi citra bangsa, baik dimata masyarakat itu sendiri ataupun dimata internasional. Dalam pelaksanaan tugas, Presiden dibantu oleh beberapa jabatan penting salah satunya Menteri. Pada bahasan kali ini “Andai aku jadi Menteri Koperasi” jadi lebih menitik beratkan pada Kementerian Koperasi.
Setelah membaca judul bahasan ini, mungkin pertanyaan yang langsung terlontar difikiran adalah “Apa yang harus dilakukan seorang Menteri Koperasi?”. Pasti jawaban semua orang yang diberi pertanyaan itu hampir sama, yaitu Menteri Koperasi harus dapat memajukan perkoperasian Indonesia lebih baik lagi dari sebelumnya untuk dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Kantor Kementerian Koperasi Indonesia yang berada di Jalan H.R. Rasuna Said Kav 3-5 Kuningan Jakarta. Kementerian Koperasi kini berganti nama menjadi Kementerian Koperasi dan UKM memiliki tujuan dasar yang sama dengan tujuan koperasi yaitu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Mengacu pada Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 09/M/2005 tanggal 31 Januari 2005 bahwa kedudukan kementerian Koperasi dan UKM (Usaha Kecil Menengah) adalah unsure pelaksana pemerintah dengan tugas membantu Presiden untuk mengkoordinasikan pelaksanaan kebijakan pemberdayaan Koperasi dan UKM di Indonesia. Tugas Kementerian Koperasi dan UKM adalah merumuskan kebijakan dan mengkoordinasikan perencanaan, pelaksanaan, pemantauan serta pengendalian pemberdayaan Koperasi dan UKM di Indonesia.
Pertumbuhan dan perkembangan Koperasi di Indonesia salah satunya merupakan atas kerja keras dan jasa- jasa para Menteri-menteri koperasi. Berikut adalah nama-nama orang yang pernah menjabat sebagai Menteri Koperasi:
1. Letjen TNI H. Sarbini
Beliau menjabat dari 6 Juni 1968 sampai 28 Maret 1973. Pada saat itu bernama mnteri Transmigrasi dan Koperasi
2. Dr. Radius Prawiro, Drs,ec.,AK
            Beliau menjabat dari 28 Maret 1973 sampai 29 Maret 1978. Pada saat itu bernama Menteri Perdagangan dan Koperasi
3. Bustaril Arifin, S.H.
            Masa jabatan dari 29 Maret 1978 sampai 19 Maret 1983. Pada saat itu bernama Menteri Muda Urusan Koperasi. Namun pada 19 Maret 1983 sampai 21 Maret 1988 dipisah dan berganti menjadi Menteri Koperasi tanggal 21 Maret 1988 sampai 17 Maret 1993.
4. Subiakto Tjakrawerdaya, S.E.
            Masa jabatan beliau dari tanggal 17 Maret 1993 sampai 16 maret 1998. Pada tanggal 16 Maret 1998 sampai 21 Mei 1998 berganti nama menjadi Menteri Koperasi & Pembinaan Pengusaha Kecil.
5. Adi Sasono.
            Menjabat dari tanggal 23 Mei 1998 sampai 20 Oktober 1999. Pada masa jabatannya bernama Menteri Koperasi & UKM.
6. Drs. Zarkasih Nur
Beliau benjabat dari 23 Oktober 1999 sampai 20 Oktober 2001. Pada saat itu bernama Menteri Negara Koperasi & Pengusahan Kecil Menengah.
7. H. Aliwarman Hanan,S.H.
            Masa jabatannya dari 9 Agustus 2001 sampai 21 Oktober 2004. Pada masa jabatannya bernama Menteri Negara Koperasi & Usaha Kecil Menegah
8. Drs. Suryadharma Ali, M.si
            Dari tanggal 21 Oktober 2004 sampai 1 Oktober 2009
9. Syarief Hasan
            Menjabat sejak 21 Oktober 2009 sampai dengan sekarang.
            Kementerian Koperasi dan UKM adalah merupakan Kementerian dalam Pemerintahan Indonesia yang membidangi urusan Koperasi dan UKM. PBB telah mengakui melalui resolusinya nomor 64/136 bahwa Koperasi Indonesia sebagai Organisasi usaha telah terbukti disamping mampu bertahan dalam keadaan krisis ekonomi global, mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi, membuka lapangan pekerjaan, menurunkan tingkat kemiskinan, dan meningkatkan kemakmuran rakyat.
            Karena artikel ini menuntut saya untuk Menjadi seorang “Menteri Koperasi” maka saya akan melakukan beberapa rencana yang harus dilakukan oleh seorang Menteri Koperasi.
            Yang pertama, saya akan meningkatkan tingkat kepedulian Pembina & Instansi terkait terhadap upaya pengembangan koperasi dimasing-masing unit kerja, serta menambahkan suntikan modal untuk koperasi guna menambah fasilitas-fasilitas yang ada. Teknologi merupakan salah satu fasilitas yang terdapat dalam koperasi. Kemajuan teknologi menuntut koperasi untuk terus mencari informasi yang terdapat diluar, agar koperasi tetap dapat berjalan dengan baik. Karena ada dibeberapa koperasi pemerintah kurang mensuplai dana, sehingga fasilitas yang diberikan sangat minim, dan keadaan koperasinya sangat memprihatinkan.
            Selain menambah suntikan dana dari pemerintah, koperasi diharapkan dapat mencari sendiri modal yang dibutuhkan yaitu investasi dari masyarakat (anggota). Tetapi yang jadi masalah pula, minat masyarakat serta kepercayaan masyarakat terhadap koperasi sangat rendah. Masalah itu seolah-olah menjadi suatu masalah yang saling berhubungan. Koperasi membutuhkan banyak anggota untuk dapat menambah modal koperasi, namun sangat sedikit masyarakat yang mau menjadi anggota koperasi. Dilain pihak masyarakat membutuhkan pembuktian dari koperasi akan masa depan yang akan didapat, namun tanpa permodalan yang cukup koperasi pun sulit untuk maju.
            Berikutnya yang akan diperbaiki adalah pengorganisasian koperasi. Banyak pengurus dari koperasi yang telah berusia lanjut, serta memiliki rangkap jabatan. Hal tersebut sangat mempengaruhi produktifitas koperasi. Pengurus koperasi yang memiliki rangkap jabatan akan sulit membagi waktu antara pekerjaannya di koperasi dan ditempat lain, sehingga rasa loyalitas terhadap koperasi akan hilang. Dalam pencarian bibit-bibit baru yang siap “mengabdi” kepada koperasi juga mengalami kesulitan, karena jarang sekali anak muda jaman sekarang yang mau bergelut di bidang koperasi. Sehingga terbatasnya kemampuan SDM koperasi untuk menyerap dan mengaplikasikan kebijakan yang sudah ada.
            Didesa-desa banyak dalam pemilihan ketua pengurusan koperasi diambil dari orang yang dituakan atau dihormati di daerah tersebut. Belum tentu orang tersebut memiliki dasar pendidikan yang baik sehingga dapat memajukan koperasinya. Masalah yang selanjutnya adalah pemilihan pengawas dari koperasi pun diambil dari masyarakat biasa juga. Mayoritasnya masyarakat desa berpendidikan rendah, sehingga mereka kurang mengetahui bagaimana cara yang baik dalam penglolaan koperasi sehingga koperasi menjadi lebih baik dan dapat mensejahterakan anggota (dalam hal ini masyarakat desa).
Seharusnya ada campur tangan dari pemerintah dalam masalah kepengurusan koperasi. Pemerintah harus mengutus beberapa orang yang dapat diandalkan dan sangat kompeten dalam memajukan koperasi di desa-desa. Sehingga koperasi dapat bersaing dengan perkembangan supermarket – supermarket yang sedang menjamur di Indonesia seperti (Alfamart,Indomart,Giant,dll).
            Banyaknya pesaing yang ada didunia usaha menuntut koperasi untuk terus meningkatkan kreatifitas, produktifitas, dan inovasi dalam menciptakan produk-produk yang dapat diterima masyarakat. Pengelolaan intern koperasi sangat dibutuhkan, karena dari rencana-rencana yang dibuat oleh para pengurus dan pengembangan koperasi itulah yang menjadi tugas yang hrus dilakukan oleh koperasi. Tetap menjual produk-produk hasil daerah merupakan salah satu rencana yang baik, karena diharapkan mampu meningkatkan pendapatan koperasi yang bersangkutan, serta meningkatkan pendapatan daerah yang berasal dari bidang pariwisata.
UKM diharapkan bisa mengembangkan usahanya sesuai dengan permintaan pasar, bukan sekedar meneruskan usaha keluarga. Untuk itu kebijakan ditekannya pada peningkatan daya saing dengan memberikan perkuatan-perkuatan baik financial maupun non financial. Seperti pembentukan sentra agar UKM dapat bersinergi satu dengan yang lainnya. Serta membentuk lembaga yayasan bisnis yang siap memberikan konsultasi, advokasi & informasi bisnis kepada UKM.
Kondisi perdagangan bebas (arus globalisasi) menuntut koperasi tidak hanya sekedar tetap eksis bertahan, akan tetapi juga dituntut mampu meningkatkan pelayanan dan produktifitas anggotanya, sehingga dapat menghasilkan produk-produk yang berkualitas tinggi.
Rendahnya jiwa kewirausahaan anggota koperasi sehingga kemampuan untuk melakukan inovasi dan diversifikasi usaha sangat rendah serta rendahnya partisipasi anggota dalam kegiatan usaha koperasi. Memandirian koperasi melalui peningkatan produktifitasnya sebagai bahan usaha dan kualitas pelayanan untuk mendorong partisipasi aktif anggotanya.
Banyaknya anggota dalam suatu koperasi bukan menjadi tolak ukur kalau koperasi tersebut telah berhasil. Karena tidak sedikit anggota koperasi yang masuk kedalam koperasi hanya untuk meminjam dana. Banyaknya anggota yang berhutang tidak sebanding dengan pemasukan yang didapat koperasi. Jadi dibutuhkan pengawasan, pengontrolan dan pengurusan dana atau manajemen lain yang lebih baik, untuk menentukan anggota mana yang akan diberikan pinjaman, dan anggota mana yang hanya memanfaatkan koperasi untuk mendapatkan dana.
Kurang solidaritas anggota terhadap koperasi juga merupakan salah satu masalah yang cukup serius. Karena anggota yang solidaritasnya rendah akan meninggalkan koperasi tersebut jika koperasi itu dilanda goncangan.
Setelah melakukan perbaikan – perbaikan yang menyangkut masalah dari dalam maupun dari luar koperasi, barulah saya akan mencoba mengembalikan citra dan nama baik Koperasi Indonesia dimata masyarakat. Karena beberapa waktu belakangan ini banyak sekali kasus penipuan dan penggelapan uang yang mengatas namakan Koperasi. Hal tersebut mengakibatkan kepercayaan masyarakat terhadap koperasi turun drastic. Walaupun tidak semua koperasi berasas “penipuan”, namun masyarakat masih trauma atas apa yang telah terjadi.
Pengembalian nama baik koperasi dapat dilakukan dengan melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang koperasi. Namun penyuluhan atau sosialisasi tidak hanya dilakukan ketika koperasi sudah dalam keadaan “baik”, tetapi ketika sedang dalam masa perbaikan. Mengapa demikian? Karena masa “perbaikan sistem” koperasi dapat mengundang masyarakat yang memiliki semangat untuk memajukan perkoperasian Indonesia. Sehingga pada saat koperasi dpat dikatakan sudah dikatakan “bangun dari sakitnya” anggota koperasi juga sudah banyak. Hal itu juga akan mempengaruhi minat masyarakat yang awalnya belum menjadi anggota, akhirnya memutuskan menjadi anggota koperasi.
Hal yang cukup penting dalam memajukan koperasi yaitu SDM yang berkualitas. Untuk dapat mencari SDM yang berkualitas dalam pengembangan koperasi Indonesia, seharusnya Menteri Koperasi dan SDM juga melakukan MOU dengan Kementerian Pendidikan. Kementerian Pendidikan seharusnya mencanangkan materi ajar tentang koperasi ada dalam silabus Sekolah Dasar (SD) walaupun materi koperasi yang diajarkan masih dalam ruang lingkup kecil. Setidaknya, anak-anak kecil mengetahui apa itu Koperasi dan apa manfaat yang akan didapat dari koperasi. Dari hal kecil tersebut sangat tidak menutup kemungkinan akan banyak minat baru / ketertarikan terhadap koperasi.
Semoga dari waktu ke waktu Perkoperasian dan UKM Indonesia menjadi lebih baik dan dapat membawa nama Indonesia di mata Internasionalnya dari produk-produk local yang berkualitas. Dan sangat diharapkan pula akan banyak bermunculan bibit-bibit- atau calon-calon pengurus koperasi yang jujur dan menjaga amanah dengan baik dan sangat kompeten dalam mengatasi berbagai masalah yang dihadapi koperasi Indonesia saat ini.

Kamis, 11 Oktober 2012

Wajah Koperasi Indonesia Saat Ini


Kata koperasi mungkin sudah tidak sangat asing lagi bagi kita. Banyak dimana-mana ditemukan koperasi, ada koperasi sekolah, koperasi pabrik, Koperasi Unit Desa (KUD), dan koperasi-koperasi lain.
Kata Koperasi berasal dari kata ”co” yang berarti bersama dan “operation” yang berarti bekerja. Jadi secara umum Koperasi dapat diartikan suatu kumpulan orang-orang yang bertujuan sama, diikat dalam suatu organisasi yang berdasarkan asas kekeluargaan dengan maksud mensejahterakan anggotanya.

Sejarah Koperasi
Koperasi muncul bukan dari kalangan orang-orang yang sangat kaya, melainkan trumbuh dari kalangan rakyat kecil ketika penderitaan ekonomi dan social yang ditimbulkan oleh sistem kapitalisme.
Beberapa orang yang bernasib sama yaitu penghidupan sederhana dan ekonomi terbatas, secara spontan terdorong untuk mempersatukan diri mereka untuk menolong diri mereka sendiri dan manusia sesamanya.
R. Aria Wiraatmaja seorang Patih di Purwokerto, Jawa Tengah adalah orang yang pertama kali memperkenalkan ide-ide koperasi di Indonesia pada tahun 1896. Beliau mendirikan sebuah bank untuk pegawai negeri. Tujuan utamanya pada waktu itu adalah membebaskan pegawai pemerintah dari cengkeraman lintah darat.
Dalam Undang-Undang Dasar 1945, pasal 33 ayat 1 menjelaskan bahwa Koperasi merupakan bentuk usaha yang paling sesuai di Indonesia. Pada tanggal 12 Juli 1947 diadakan Kongres Koperasi I di Tasikmalaya, kemudian tanggal tersebut ditetapkan sebagai hari Koperasi Indonesia. Sedangkan Bapak Koperasi Indonesia yaitu Bung Hatta di nobatkan pada Kongres Koperasi II yang diselenggarakan di bandung pada tahun 1950. Dan sekitar 20 tahun kemudian, baru dibentuk Dewan Koperasi Indonesia pada tanggal 9 Februari 1970.

Kondisi Koperasi di Indonesia saat ini
Koperasi Indonesia sebagai salah satu bentuk pangamalan terhadap pancasila dan salah satu bentuk dari ekonomi kerakyatan saat ini bisa dibilang mengalami keadaan yang cukup “mengenaskan”.
Sebanyak 27% dari 177.000 koperasi yang ada di Indonesia atau sekitar 48.000 koperasi kini tidak aktif. “Angka koperasi yang tidak aktif memang cukup tinggi. Saat ini jumlah koperasi Indonesia ada sekitar 177.000 dan yang tidak aktif mencapai 27 persen”jelas Guritno Kusumo, sekretaris kementerian koperasi dan UKM.
Beliau menyatakan banyak factor yang mengakibatkan koperasi di Indonesia banyak yang tidak aktif, salah satu faktornya adalah pengelolaan yang tidak professional. Namun hingga kini kementrian koperasi masih melakukan pendataan untuk mengetahui apa penyebab sebenarnya ketidak aktifan beberapa koperasi di Indonesia.
Dalam menangani koperasi-koperasi yang sudah tidak aktif tersebut, kementerian terus melakukan pengkajian. Rencananya koperasi-koperasi yang sudah tidak sehat tersebut akan dipilih sesuai kondisinya. Namun bila koperasi itu sudah tidak ada pengurusnya, makan koperasi yang tidak aktif akan dibubarkan.
Sudah lebih dari satu abad koperasi berdiri, merupakan perjalanan yang cukup panjang untuk menyerap banyak pengalaman, ditambah dengan fasilitas yang begitu melimpah serta perlindungan politik yang begitu kuat. Perkembangan Koperasi Indonesia saat ini bisa dikatakan cukup kompleks. Bisa diambil contoh berdasarkan hasil survey bahwa terbukti hanya sekitar 189 jenis koperasi dari sekitar 649 yang melaksanakan rapat anggota tahunan. Dari hal itu dapat dilihat bahwa koperasi di Indonesia kurang dikelola dengan baik .

Potret Koperasi Indonesia
Beberapa waktu belakangan ini citra koperasi Indonesia kembali tercoreng. Berita tentang Koperasi Serba Usaha (KSU) Langit Biru, banyak menghiasi media masa. Koperasi dijadikan sebagai wadah kasus penipuan dengan jumlah uang yang berputar sekitar Rp 6 triliun. Ketua KSU Langit Biru yaitu Jaya Komara kini bagai raib ditelan bumi, tidak diketahui dimana keberadaannya. Kasus ini bukanlah yang pertama yang menggunakan nama koperasi untuk menipu dengan modus culas.
Para Anggota ikut koperasi ini awalnya bertujuan agar kehidupannya lebih sejahtera, namun apa mau dibuat mereka terjebak dalam sebuah penipuan yang berkedok koperasi. Maunya dapat untung tapi kerugian yang lebih dahulu menghampiri mereka.
Namun tidak semua koperasi ber”asas” penipuan. Masih banyak koperasi yang tumbuh dengan tujuan sebagaimana mestinya. Seharusnya para calon Investor atau calon anggota harus benar-benar mengetahui koperasi yang akan mereka ikuti, jangan mudah teriming-imingi bunga yang besar.

Alasan Rendahnya Minat Masyarakat Terhadap Koperasi
Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM, jumlah koperasi di Indonesia tercatat 103.000 unit lebih dengan keanggotaan 26.000.000 orang. Dengan data yang seperti ini, seharusnya koperasi sudah dapat dikatakan sebagai salah satu sumber devisa Negara serta dapat memenuhi kebutuhan dan kesejahteraan masyarakat.
Namun kenyataan jauh berbeda. Banyak koperasi di Indonesia yang sulit berkembang karena beberapa factor. Factor utamanya adalah koperasi-koperasi tersebut tidak mempu menjalankan fungsi sebagaimana yang telah dijanjikan, serta banyaknya penyimpangan-penyimpangan yang dilakukan sehingga mengecewakan masyarakat. Kondisi inilah yang menjadi sumber citra buruk koperasi secara keseluruhan.
Kurangnya minat masyarakat menyebabkan perkembangan koperasi yang terhambat. selain factor tadi, ada beberapa factor penyebab minat masyarakat untuk “melirik” koperasi kurang baik.
1. Kurangnya promosi dan sosialisasi yang dilakukan oleh pemerintah dalam memperkenalkan koperasi kepada masyarakat. Dalam masalah mempromosikan barang yang dijualjuga mengalami kendala, seperti kurangnya kekreatifan koperasi dalam mempromosikan, sehingga masyarakat juga enggan untuk ikut sedrta dalam koperasi
2.  Lemahnya kesadaran masyarakat untuk berkoperasi terutama anak-anak muda. Kesadaran yang masih lemah tersebut mungkin disebabkan oleh kurang menariknya kopeasi sebagai suatu usaha, serta para pemuda beranggapan melakukan kegiatan koperasi berkesan “kuno”.
3.  Harga barang di koperasi jauh lebih mahal dibandingkan harga pasar. Bagi masyarakat Indonesia, konsumen akan memilih barang yang harganya lebih murah dengan kualitas sama bahkan lebih baik dibandingkan yang terdapat dalam koperasi.
4.  Sulitnya anggota untuk keluar dari koperasi. Anggota koperasi akan sulit melepaskan diri dari koperasi, karena sulitnya regenerasi yang terjadi. Mereka harus mendapatkan pengganti yang cocok untuk dapat mengembahakn koperasi yang selanjutnya.
5.  Para anggota kurang dapat merasakan peran dan manfaat dari koperasi. Hal tersebut dikarenakan, koperasi belum mampu meyakinkan anggota serta masyarakat untuk berkoperasi. Dan kurang baiknya manajemen serta kejelasan dalam hal kenaggotaan koperasi.

Permasalahan Yang Terdapat Dalam Koperasi Indonesia Saat Ini
Koperasi yang telah lama berdiri sampai sekarang belum tumbuh menjadi suatu badan usaha besar. Padahal banyak paket program yang diberikan oleh pemerintah untuk koperasi- koperasi Indonesia, seperti kredit pogram : KKop, Kredit Usaha Tani (KUT), dll.
Permasalahan yang terjadi dalam koperasi Indonesia berasal dari Internal dan Eksternal.  
  •    Internal :

1. Kebanyakan para pengurus koperasi telah lanjut usia sehingga kapasitasnya terbatas.
2. Para pengurus koperassi kebanyakan merupakan juga tokoh dalam masyarakat, sehingga perhatiannya terhadap koperasi menjadi berkurang. Hal ini mengakibatkan para pengurus kurang menyadari adanya perubahan-perubahan dalam lingkungan.
3. Ketidak percayaan anggota menjadi penghalang dalam pemulihan koperasi.
4. Kurangnya dana mengakibatkan kurangnya fasilitas- fasilitas yang terdapat dalam koperasi, padahal terknologi terus berkembang dengan pesat, sehingga kurangnya kekuatan koperasi untuk bersaing.
5.  Kebanyakan anggota kurang solidaritas untuk berkoperasi, dilain pihak para naggota banyak yang berhutang kepada koperasi
6.  dll
  • Eksternal :

1. Bertambah banyaknya pesaing dari badan usaha lain yang secara bebas memasuki bidang usaha yang ditangani oleh koperasi.
2.  Dicabutnya fasilitas- fasilitas yang terdapat dalam koperasi, sehingga koperasi tidak dapat lagi menjalankan usahanya dengan baik. Dengan terpaksa koperasi mencari cara sendiri agar usahanya tetap berjalan.
3. Hilangnya kepercayaan masyarakat terhadap koperasi, karena pada waktu terjadi kegagalan koperasi pada waktu yang lalu tidak adanya pertanggung jawaban dari koperasi kepada masyarakat tentang penelolaan koperasi.
4.  Tingkat harga yang selalu berubau- ubah (naik) sehingga pendapatan penjualan tidak dapat dimanfaatkan untuk meneruskan usaha, justru mengecilkan usaha.

Koperasi Indonesia Harus Bisa Masuk ICA
Indonesia memiliki jumlah koperasi terbanyak didunia. Dari data yang ada sekitar 186.987 unit dengan jumlah anggota 30.479.955 orang. Dari jumlah itu Koperasi Simpan Pinjam (KSP) dan juga Koperasi Jasa Keuangan Syariah (KJKS) mencapai 71.365 unit dengan total pinjaman sebesarRp 9,5 triliun dan mampu melayani6.125.766 anggota.
Namun dari jumlah yang sebanyak itu belum ada yang masuk dalam International Cooperative Alinance (ICA). Akan ada banyak keuntungan jika bisa masuk ICA. Setidaknya dapat bekerjasama dan berbagi informasi dengan Negara lain.
Ada sekitar 300 koperasi dari 28 negara yang termasuk World Class Coorperative, seperti Japan Zen-Non, Korea National Agriculture Coorperative Federation, Denmark Aria Foods, dll.

Rabu, 08 Agustus 2012

Kado Untuk Alif

“Tok tok tok, Assalamualaikum.” bunyi ketukan pintu diikuti ucapan salam bersuara mungil.
“Waalaikumsalam” sahut Mira dari dapur yang segera berlari membukakan pintu.
“Eh Alif udah pulang ngajinya?” lanjutnya pada Alif, adiknya.
“Udah ka” jawab Alif sambil kemudian mencium tangan Kakaknya, Mira. “Oh iya Kak, kata Bu Ustadzah besok Hari Ibu ya Kak?”. Lanjutnya penasaran
“Iya, besok tanggal 22 Desember bertepatan dengan Hari Ibu. Ada memangnya Lif?” Jawab Mira santai sambil membuatkan susu untuk adiknya.
“Kata Bu Ustadzah, kita harus berbakti pada Ibu, bantuin Ibu, ga boleh marah-marah sama Ibu, pokoknya lakuin semua yang bikin hati Ibu seneng”. Katanya bersemangat. ”Tapi  Alif bagaimana Kak? Kan Alif ga punya Ibu?”. Ujarnya polos
Mira segera memeluk adiknya dan berkata “Alif punya Ibu, sama seperti yang lain. Tapi bedanya, Allah sangat sayang sama Ibu, jadi Ibu dipanggil Allah untuk berada disisi Allah lebih cepat”. Papar Mira sabar. “Alif mau tau bagaimana cara Alif berbakti sama Ibu, bikin Ibu senang, bikin Ibu bangga sama Alif,mau tau ga?”. Lanjutnya
“Iya iya Kak mau tau” jawabnya bersemangat.
“Sekarang Alif tidur dulu, besok baru Kakak kasih tau. Bagaimana?” tutur Mira sambil mengusap kepala Alif.
Pagi ini tanggal 22 Desember 2011, tepat 5 tahun setelah kematian Aminah, Ibu Mira dan Alif. Mira pun sudah bersiap siap mengajak Alif ke Pemakaman Aminah, Ibunda mereka.
“Kita mau kemana Kak??”. Tanya Alif setelah beberapa saat mereka terdiam.
Mira hanya tersenyum simpul pada anak kecil berusia enam tahun disampingnya. Kemudian Mira menuntun tangan mungil adiknya menuju sebuah nisan bertulisan ‘Aminah binti Mahmud’
“Kak, kok namanya Aminah, sama kaya nama Ibu kita ya ka?” Tanya bocah kecil itu polos.
“Alif. Makam ini memang makam Ibu.” Katanya menjelaskan sambil membelai lembut rambut adiknya itu.
“Assalamualaikum Bu,hari ini Mira datang bersama Alif. Sekarang dia sudah besar. Alif juga jadi anak yang pintar di Sekolah.” Katanya tertahan.”Andai saja Ibu masih bersama kami pasti Ibu bangga.”
 “Kak, bagaimana cara Alif berbakti sama Ibu?”. Pertanyaan itu meluncur dari bibir mungil Adiknya.
“Karena Ibu sudah meninggal, kita sebagai anak cukup mendoakan Ibu saja. Setiap selasai Shalat Alif harus selalu mendoakan Ibu agar mendapat tempat yang baik disisi Allah” jelas Mira
“Oh gitu ya Kak. Kalau begitu kita berdoa untuk Ibu yuk Kak.” Ajaknya.
Merekapun  berdoa diatas pusaran makam Aminah, Ibunya. Setelah menabur bunga, Mira mengajak Alif untuk pulang. Baru beberapa langkah mereka berjalan, tiba-tiba Alif berbalik arah dan kembali ke makan ibunya.
“Oh iya bu, bulan depan Alif ulang tahun. Alif mau ketemu sama Ibu. Datang ya bu pas Alif ulang tahun. Alif sayang Ibu”. cerita Alif sambil mencium nisan ibunya.
Pagi ini rutinitas Mira seperti biasanya, membantu Tante Ani. Beliau adalah Adik Aminah, Ibu mereka. Setelah kematian Aminah, kehidupan Mira dan Alif pun berubah. Ayah yang seharusnya menjadi kepala keluarga dan mencari nafkah untuk mereka pergi begitu saja entah kemana. Kini Mira dan Alif menumpang dengan Tante Ani.
“Mir kamu enggak jemput adikmu di Sekolah, sudah jam 11 tuh.” Ujar Ani mengingatkan Mira
Mirapun segera berpamitan menjemput Alif ke sekolahnya. Jarak sekolah Alif ke rumah cukup jauh, harus menaiki angkutan umum, Mira tidak tega adik kecilnya harus naik angkot sendirian.
Tak lama setelah Mira sampai sekolah Alif, bel pun berbunyi dan Alif keluar dari kelasnya. Namun Mira melihat ada yang lain dari adiknya itu, wajahnya tampak pucat, terlihat darah yang keluar dari hidungnya. Alif mimisan, Iya Alif mimisan, batinnya memastikan
“Astaghfirullahal adzim Alif kamu kenapa Dek?”. Tanyanya panik dan kemudian berteriak minta tolong. “Tolong...... ...tolong.” tak lama kemudian seorang satpam mendekati dan langsung membawa Alif ke UKS

            sesampainya di rumah. Melihat pakaian Alif yang penuh noda darah Ani berkata panik. “kenapa ini Mir?? Koq baju Alif penuh darah begini.”
“Iya Tante, tadi pas pulang sekolah Alif mimisan” jawab Mira sambil membayar ongkos ojek.” Tapi kata guru Alif, ini karena panas dalam Tan.” lanjut Mira.
Tante Ani segera membawa Alif masuk ke dalam dan menggatikan bajunya.
“Apa yang sakit Lif?” Tanya Tante Ani dengan nada khawatir
“Alif gag apa apa kok Tan.” jawab Alif dengan wajah letih.
“Yasudah sekarang Alif istirahat ya nak” ajak tante Ani
            “Tapi Alif mau main sama teman-teman Tan.” sahut Alif
“Nanti ya Nak, setelah bangun tidur Alif baru main, sekarang Alif istirahat dulu”. Katanya membujuk Alif
“Tante Ani....Kak Mira.” Sebuah suara mengagetkan Mira dan Tante Ani yang sedang duduk di teras depan
“Ada apa Put? Kok teriak sambil lari-lari begitu?”Tanya Mira menenangkan.
“Alif Kak ..” jawanya ngos ngosan.”Alif.”
“Ada apa dengan Alif?”
“Alif mimisan dan pingsan di lapangan Kak.”  jawab putri sambil mengatur nafasnya.
“Astagfirullahal adzim”. teriak Mira sambil bangkit dan berlari kearah Lapangan
Segera Mira membawa Alif pulang ke rumah, membersihkan darahnya dan menyadarkan Alif dari pingsannya. Tak henti-henti air mata mengalir di pipinya.  Mira sangat khawatir terhadap Alif, apa yang terjadi kepada Adik kecilnya? Mengapa akhir akhir ini Alif sering sekali mimisan dan pingsan, batinnya.
Akhirnya Tante Ani dan Mira memutuskan untuk memastikan keadaan Alif.
 “Apa yang terjadi pada keponakan saya Dok?” Tanya Tante Ani
“Apakah ada riwayat kanker di keluarga Ibu?” Tanya Dokter balik
“Saya kurang tau Dok, memang kenapa Dok apa yang terjadi pada Alif?” Tante Ani semakin pensaran
Dokter menjelaskan pada Tante Ani bahwa Alif mengidap Leukimia, Kanker Darah.
“Astagfirullah..” ungkapnya kaget, tak terasa air mata mulai mengembang di kedua matanya. Cairan bening itu seolah siap keluar. “Bagaimana bisa Dok??” lanjutnya meminta penjelasan
“Kanker bisa terkena pada siapa saja Bu, apa lagi kalo ada keturunan, dan sepertinya ada riwayat kanker baik dalam keluarganya Alif”. Papar Dokter
“Tapi Alif bisa sembuh kan Dok?” sambar Mira sambil terus memeluk tubuh Alif
“Insya Allah berdoa saja pada Allah, semoga Alif di beri kesembuhan” sahut Dokter menenangkan
Semenjak saat itu Alif sering sekali mimisan dan kemudian pingsan. Sekolahnya menjadi terganggu, banyak teman di sekolah yang tak mau berteman dengan Alif dengan alasan takut tertular katanya.
Tapi untungnya teman rumah tidak menjauhkan Alif, mereka mengerti atas apa yang dijelaskan Bu Ustadzah tentang penyakit yang Alif alami. Walaupun umur mereka terbilang masih kecil, namun rasa kesetiakawanan sudah terlihat jelas pada diri mereka.
Tak mau melihat adik kecilnya menderita sakit yang berkepanjangan, Mira mencari kesana kemari segala macam pengobatan. Tapi semuanya membutuhkan biaya yang mahal, Mira tidak mempunyai banyak uang untuk membayarnya.
“Ya Allah, hamba mohon  sembuhkanlah Alif ya Allah, kasihan anak sekecil itu harus menanggung sakit. Kenapa harus Alif yangf merasakan sakit itu, kenapa bukan hamba?.” Mira mengadu. “Hamba ikhlas bila harus menukar tubuh hamba asalkan Alif kembali sehat. Ya Allah sembukan Alif. Aamiin”. Pintanya selalu dalam setiap do’anya.
“Kak sebentar lagi Alif ulang tahun ka.” Papar Alif sambil mendekati Mira
“Oh iya ya, Alif mau kado apa dari Kakak? Mobil-mobilan,  robot, atau pesawat?” Tanya Mira
“Enggak Kak, Alif enggak mau kado yang seperti itu, Alif mau Ibu ka” jawabnya dengan penuh semangat seolah olah tak ada sakit yang dia rasakan.
“Alif mau Ibu? Maksudnya?” Tanya Mira bingung
“Alif mau ketemu Ibu ka”. Jawabnya singkat
Mira langsung terdiam mendengar permintaan adik satu-satunya itu.
”Alif berdoa pada Allah semoga Alif bisa melihat Ibu. Semoga Allah menghadirkan Ibu di mimpi Alif” sahut Mira
Mira bingung atas permintaan adiknya itu, tapi dia membuang jauh-jauh pikiran negatifnya dan meminta pada Allah semoga Allah selalu melindingi Alif.
Alif berjalan ke dapur untuk menemui Tante Ani.” Tante, Alif boleh minta sesuatu ga?” tanya seketika
Tante Ani langsung menunduk melihat kearah Alif. ”Alif mau apa sayang?”. sambil membelai rambutnya yang sedikit demi sedikit mulai rontok
“Tante, Alif boleh minta baju koko baru enggak?” sahut alif dengan wajah sendu
 Ani terdiam sejenak lalu menjawab dengan pasti. “Boleh kok, besok Tante beliin di pasar yah”. Jawabnya sambil tersenyum, walau hatinya agak sedih melihat kondisi Alif beberapa minggu terakhir ini.
Wajah Alif terlihar sangat gembira, Ani pun ikut senang melihat Alif bahagia.

            besoknya Ani sudah membelikan permintaan Alif.
“Assalamualaikum, Alif ini Tante bawa pesanan Alif.”. Teriak Ani sambil meletakan semua belanjaan di depan pintu
Alif langsung berlari dari kamarnya.”Asik.” teriaknya gembira.”Makasih Tante buat baju kokonya.” Lanjutnya dengan seulas senyum manis yang menghadirkan lesung pipi.
Kegemebiraan jelas tergambar di wajah Alif, kini. Mira berharap raut wajah itu selalu yang ia lihat dari adik kecilnya, Alif.
“Kenapa sih Alif minta baju kokoh sama Tante? Kan kemaren Kak Mira tanya Alif mau apa katanya ga mau apa-apa.” Tanya Mira Penasaran
“Kan kemaren Alif bilang mau ketemu Ibu, Ibu kan ada di sisi Allah kan Kak? Berarti Alif mau ketemu Allah juga. Masa ketemu Allah Alif pake baju yang dulu, udah jelek ka, Alif malu sama Allah baju Alif jelek. Nanti Allah enggak ngijinin Alif buat ketemu sama Ibu.” Papar Alif dengan wajah berseri
Penjelasan Alif barusan membuat mereka berdua sontak kaget. Entah apa yang ada di pikiran Alif sehingga beralasan seperti itu. Alif pun segera membawa baju koko barunya ke kamar. Dan meninggalkan Mira dan Ani dalam kegelisahan mendalam.
Air mata mulai membendung di pelupuk mata keduanya. Mereka bingung apa yang sedang terjadi, mereka tidak tahu apa yang akan terjadi, semuanya mereka serahkan pada Allah semoga Allah memberi yang terbaik kepada Alif.
‘gubrak’
 terdengar suara benda jatuh dari dalam rumah, Mira dan Ani langsung berlari kedalam.hanya Alif yang megusik pikiran meraka. Apa yang terjadi sama Alif?, batin Mira. Ketika membuka pintu kamar, mereka memdapati tubuh mungil tergeletak di atas lantai. Alif pingsan.
“Alif…” teriak Ani sangat keras. Dengan bantukan tetangga, mereka membawa Alif kerumah sakit.
            Sekitar 12 jam koma Alif baru sadar.
“Kak baju baru Alif mana?.” tanyanya langsung setelah membuka mata
“Ada kok Lif, sekarang Alif istirahat ajah dulu, nanti kalo udah sembuh kan Alif bisa pakai baju baru.” Jawab Mira lembut dengan nada tertahan.
“Tante Ani mana Kak?.” Tanya Alif lagi
“Tante Ani pulang dulu kerumah sayang.” Jawab Mira sambil membelai rambut Alif. ”Oh iya, katanya nanti teman-teman Alif mau dating jenguk” lanjut Mira
“Kak tolong telponin Tante Ani, Alif minta bawain tas Alif, baju kokoh baru, foto Ibu, makanan sama susu Alif. Tolong yah Kak.” Pinta Alif.
“Buat apa emangnya Lif?.” Tanya Mira penasaran
“Kan Alif mau ketemu Allah, mau ketemu Ibu jadi Alif harus pake baju bagus. Terus kalo Alif lapar nanti Alif makan apa? Makanya Alif bawa makanan sama susu. Terus kalo misalkan ada yang nanya Ibunya seperti apa wajahnya, Alif tunjukin deh foto Ibu.” Alif memberi penjelasan kepada Mira.
Mendengar apa yang adiknya katakan, Mira tak sanggup membendung air matanya, air matanya keluar dengan deras, Mira pun langsung berlari keluar.
“Ya Allah, aku serahkan semuanya kepada-Mu.” Doa Mira kepada Allah dalam tangisnya.
Tak berapa lama.
“Lif..lif ada temen-temennya datang.” Bisik Ani pada Alif
Pelan-pelan Alif membuka kedua matanya, dia mendapati senyum-senyum semangat dari wajah para sahabatnya. Alifpun membalas dengan seyum pula.
“Alif, kamu baik-baik aja kan? Aku khawatir banget.” Celoteh Putri begitu bawel
“Iya Put aku enggak kenapa-kenapa kok.” jawab Alif santai
“Alif cepet sembuh ya, kita kan mau maen bola bareng kamu lagi.” Sahut Bayu salah satu temen Alif. Alif kali ini tidak menjawab, dia hanya senyum saja.
“Sudah anak-anak ,Alifnya jangan ditanya-tanya terus.” Sambar Bu Ustadzah menasehati anak-anak.
Tante Ani sangat senang dengan kedatangan teman-teman Alif, karena dengan kedatangan mereka membuat Alif gembira. Setelah mereka bersenda gurau, menghibur Alif, memberi semangat untuk Alif, merekapun berpamitan pulang.
“Bu Ani, kita mau pamitan pulang, Alif, Bu Ustadzah sama temen temen pulang dulu ya, Alif cepet sembuhnya.” Papar Bu Ustadzah berpamitan
“Da .. dah Alif” kata teman-teman Alif berbarengan
Alif hanya senyum sambil melambaikan tangan. Ketika teman-teman Alif menuju keluar kamar, tiba-tiba Alif memanggil salah satu temannya. “Putri.” Panggil Alif.
Putri pun menoleh dan menghampiri Alif.
“Put, aku kan mau ketemu Allah, mau ketemu Ibu, aku titip Tante Ani dan Kak Mira ya, aku enggak mau mereka bersedih, aku enggak mau mereka nangis. Tolong jaga mereka ya, demi aku, demi pertemanan kita.” Papar Alif yang semakin membuat air mata Putri semakin deras.
Putri tak menjawab sama sekali, dia hanya menangis dan terus menangis. Alif menghapus air mata yang melewati pipi sahabatnya dan berkata. “Kamu juga enggak boleh nangis.” Sambil menyodorkan jari manisnya ke arah Putri. Putri pun menyambutnya dengan mengaitkan jarinya juga.
Setelah Putri dan teman teman serta Bu Ustadzahnya pulang. Alif menanyakan keberadaan Kak Mira.
“Kak Mira lagi ke Toilet Lif.” Jawab tantenya itu.
Beberapa saat kemudian,Mira datang.  Alif langsung mencium tangan Tante Ani dan Kak Mira.
Tante Ani dan Kak Mira bingung apa yang Alif lakukan, air mata terbendung di kedua mata mereka
“Alif mau shalat, tapi pake baju kokoh baru.” Ujarnya tiba tiba.
Ani dan Mira pun langsung mengiyakan permintaan Alif tanpa berfikir lama.
Setelah bajunya di gantikan Alif meminta Tante dan Kakaknya untuk meninggalkannya sendiri. Dan dalam kebingungan Ani dan Mira menuruti permintaan Alif. Mungkin ia hanya ingi lebih khusyk, iya itu pasti. Batin Mira
Cukup lama mereka diluar ruangan rawat Alif, setiap kali mereka mengintip dari pintu, posisi alif tetap shalat. Akhirnya bi Ani memutuskan untuk masuk untuk memastikan Alif baik-baik saja.
Xxxxx
 “Kakak sayang banget sama Alif, maafin kaka ya selama ini. Maaf karna Kakak belum bisa jagain Alif. Alif akan selalu jadi adik terbaik Kakak.” Ucapnya lirih.
“ Kakak sayang Alif tapi Allah lebih sayang sama Alif. Kalau Alif tetep sama kaka Alif akan terus merasa sakit, tapi kalau Alif sama Allah, Alif enggak akan merasakan sakit lagi. Alif akan mendapat semua yang Alif mau termasuk ketemu sama Ibu.” Lanjutnya agak tercekat
“ Selamat ulang tahun Adikku sayang. Alif dapet kado yang Alif mau, ketemu Ibu. Kak Mira akan selalu sayang Alif. Titip salam ke Ibu, Kakak juga kangen sama Ibu.” Paparnya haru sambil mengusap air mata yang membanjiri wajah ayunya.
“Mira ayo” ajak Ani
“Kakak pulang dulu ya Lif, kaka janji akan sering-sering nengok Alif. Jangan lupa Alif jaga Ibu ya.” Ucapnya sendu dan kemudian berlalu. Hanya meninggalkan jejak langkah ikhlas mengantar kepergian Alif dengan senyum senja mendung. Seakan langit tahu perasaannya.
Selamat jalan Alif...

Xxxxxxx

Created By : Nurul Hasanah
Edited By : Novia Dewi