Sabtu, 25 Mei 2013
Globalisasi berasal dari kata global
yang berarti universal. Memang globalisasi dan internasional memiliki banyak
karakteristik yang sama, sehingga kedua istilah itu sering dipertukarkan. Globalisasi
merupakan suatu proses dimana antar individu, dan antar Negara saling
berinteraksi, bergantung, terkait dan memengaruhi satu sama lain yang melintasi
batas Negara. Selain menciptakan ketergantungan, globalisasi juga merupakan
sarana perdagangan antar Negara yang nyaris tanpa batas, karena mudah, tarif
bea masuknya pun juga rendah.
Globalisasi
memberikan banyak kemudahan, seperti kemudahan untuk mendapatkan suatu barang
dari Negara lain, kemudahan mendapatkan informasi tentang Negara lain,
kemudahan untuk dapat menggunakan barang hasil produksi Negara lain, dll.
Namun Globalisasi belum memiliki
definisi yang mapan, kecuali sekedar definisi kerja (working definition),
sehingga bergantung dari sisi mana orang melihatnya. Ada yang memandangnya
sebagai suatu proses sosial, atau proses sejarah, atau proses alamiah yang akan
membawa seluruh bangsa dan negara di dunia makin terikat satu sama lain,
mewujudkan satu tatanan kehidupan baru atau kesatuan ko-eksistensi dengan
menyingkirkan batas-batas geografis, ekonomi dan budaya masyarakat. Di sisi
lain, ada yang melihat globalisasi sebagai sebuah proyek yang diusung oleh
negara-negara adikuasa, sehingga bisa saja orang memiliki pandangan negatif
atau curiga terhadapnya. Dari sudut pandang ini, globalisasi tidak lain adalah
kapitalisme dalam bentuk yang paling mutakhir. Negara-negara yang kuat dan kaya
praktis akan mengendalikan ekonomi dunia dan negara-negara kecil makin tidak
berdaya karena tidak mampu bersaing. Sebab, globalisasi cenderung berpengaruh
besar terhadap perekonomian dunia, bahkan berpengaruh terhadap bidang-bidang
lain seperti budaya dan agama.
Salah satu bentuk nyata dari
globalisasi ekonomi adalah pasar bebas. Pengaruh dari
globalisasi pada perkembangan ekonomi Indonesia diantaranya adalah tumbuhnya
kreativitas para pelaku ekonomi Indonesia serta semakin mendunia produk -
produk buatan Indonesia. Dengan adanya globalisasi, para pelaku ekonomi, memang
dituntut untuk semakin kreatif menciptakan produk - produk yang tidak hanya
mampu bersaing dengan sesama produk buatan dalam negeri, namun juga harus mampu
bersaing dengan produk - produk dari negara lain. Tanpa adanya pengembangan
produk, sudah pasti produk mereka tidak akan bisa laku di pasaran.
Kenyataannya, Indonesia merupakan
negara yang sebagaian besar sektor ekonominya dalam bentuk UMKM sehingga hal
tersebut akan mempersulit indonesia untuk memasuki pasar global karena UMKM
memiliki keterbatasan dengan modal dan teknologi. Apabila pada masa mendatang
indonesia tidak mampu menghadapi persaingan perdagangan global, maka indonesia
akan lebih bergantung pada negara-negara lain. Menghadapi persaingan global
akan mengakibatkan kemenangan bagi yang kuat dan kekalahan bagi yang lemah
dalam bersaing.
Sejak CAFTA (China Asia Free Trade
Assosiation) diberlakukan, barang - barang dari China mulai membanjiri pasar
Indonesia. Tidak hanya bentuk serta tampilan produk yang menarik, namun juga
harga yang ditawarkan sangat murah bila dibandingkan dengan produk - produk
buatan Indonesia.
Sebenarnya
banyak pihak yang menyayangkan mengapa Indonesia ikut menandatangani CAFTA.
Tidak hanya karena dunia industri Indonesia dianggap belum siap menghadapi
pengaruh globalisasi pada perkembangan ekonomi Indonesia, namun juga karena
kondisi internal ekonomi Indonesia yang masih belum stabil. Namun dengan alasan
bahwa Indonesia akan menjadi negara yang jauh tertinggal dalam bidang ekonomi
bila tidak turut serta dalam perjanjian CAFTA tersebut, maka siap atau tidak,
akhirnya Indonesia terlibat dalam pasar bebas Asia.
Bagi
beberapa pelaku industri, terutama yang selama ini mengandalkan bahan baku
import dari China, malah menjadi pihak yang diuntungkan atas masuknya Indonesia
ke dalam pasar bebas Asia. Mereka bisa mendapatkan bahan baku dengan harga yang
jauh lebih murah karena dilakukannya perjanjian penghapusan tarif import
sehingga bisa menekan banyak biaya yang harus mereka keluarkan. Dengan
mendapatkan bahan baku yang murah, maka secara otomatis kegiatan industri bisa
semakin berkembang. Itu merupakan contoh positif dari pengaruh globalisasi pada
perkembangan ekonomi Indonesia.
Globalisasi memasuki pasar dengan cara
yang sistematis dengan tahapan pasar domestik, internasional, multinasional,
global, dan transnasional melalui produk dan jasa, teknologi, budaya, dan
sebagainya. Salah satu bentuk globalisasi yaitu ketika terdapat pasar modern di
dekat pasar tradisional, maka perlahan pasar tradisional itu akan mati, hal itu
disebabkan adanya faktor globalisasi di pasar modern.
Globalisasi seperti sistem ekonomi
yang terdiri dari negara-negara kuat dan pemilik modal. Ini sama saja dengan
sistem ekonomi kapitalis karena hanya sebagian kecil masyarakat yang akan
menikmati globalisasi. Sedangkan UMKM akan mati karena ketidakmampuan mereka
untuk menghadapi efisiensi dengan kemampuan swasta besar dalam mengoptimalkan
mesin-mesin industri yang mereka miliki.
Minggu, 28 April 2013
Apabila dalam ekonomi mikro menganalisa kegiatan-kegiatan dan
permasalahan ekonomi dan unit-unit ekonomi individual, maka di dalam ekonomi
makro menganalisanya dari pendekatan yang sebaliknya. Artinya, yang dipelajari
dalam ekonomi makro adalah variabel- variabel total seperti pendapatan nasional,
konsumsi, tabungan masyarakat, investasi total, dsb.
Ekonomi makro menganalisa keadaan keseluruhan dari kegiatan
perekonomian. Ekonomi makro tidak membahas kegiatan yang dilakukan oleh seorang
produsen, seorang konsumen, atau seorang pemilik faktor produksi, tetapi pada
keseluruhan tindakan para konsumen, para pengusaha, pemerintah, lembaga
keuangan dan Negara lain serta bagaimana pengaruh tindakan-tindakan tersebut
terhadap perekonomian secara keseluruhan.
Dalam perkembangan perekonomian suatu Negara, dibutuhkan
beberapa variabel-variabel pendukung. Ada 4 variabel dalam penciptaan
pertumbuhan ekonomi suatu Negara termasuk Indonesia yaitu konsumsi, investasi,
pengeluaran pemerintah, serta ekspor neto. Sehingga tercipta rumus:
Y
= C + I + G + (X – M)
Di mana:
Y =
pendapatan nasional
C = konsumsi
I =
investasi
G =
pengeluaran pemerintah
X = ekspor
M = impor
Berdasarkan rumus
tadi, maka kita dapat menjabarkan apa saja pengaruh variabel-variabel makro
terhadap perekonomian Indonesia.
Pendapatan nasional (Y) merupakan
pertumbuhan ekonomi yang bisa diciptakan lewat konsumsi, banya. Karena pengeluaran
pemerintah, investasi serta ekspor impor. Indonesia diuntungkan karena punya
penduduk yang banyak. Karena itu konsumsi menjadi penyelamat perekonomian Indonesia.
Tingkat pendapatan seseorang sangat
mempengaruhi tingkat komsumsinya. Sehingga apabila pendapatan seseorang
meningkat, akan meningkat pula tingkat konsumsinya. Karena kemampuan rumah
tangga untuk membeli kebutuhan akan lebih mudah terpenuhi. Namun sebaliknya,
apabila pendapatan menurun, masyarakat akan mengurangi konsumsi untuk barang-barang
yang kurang dibutuhkan, masyarakat hanya memenuhi kebutuhan yang bersifat dasar
saja. Hal ini terlihat ketika Indonesia mengalami krisis ekonomi.
Saat krisis moneter tahun 1998 lalu, tingkat konsumsi Indonesia
amat sangat rendah. Masyarakat enggan untuk membeli barang yang tidak pokok. Masyarakat
berbondong-bondong untuk menyimpan uang mereka, membeli emas karena gampang
dicairkan atau menginvestasikannya di luar Indonesia.
Biasanya masyarakat memanfaatkan
pinjaman bank untuk mencicil barang-barang tersier, namun pada saat krisis
tahun 1998 bunga bank terlalu tinggi. Sehingga Indonesia mengalami pertumbuhan negative
13% waktu itu.
Saat krisis melanda, konsumsi akan
mengalami penurunan. Karena itu, pengeluaran pemerintah harus diperbesar untuk
kompensasi. Akan tetapi, pada perekonomian terbuka, porsi pengeluaran
pemerintah terhadap konsumsi kecil, karena yang menciptakan ekonomi semestinya
pihak swasta bukan pemerintah. Pemerintah harus menciptakan infrastuktur supaya
swasta mau melakukan kegiatan ekonomi. Untuk mendongrak konsumsi, pemerintah
memberikan BLT dan bantuan lain kepada rakyat.
Selanjutnya investasi. Investasi bisa
berupa bangunan baru, alat-alat produksi yang tahan lama atau bisa berupa
saham, efek, dll. Semakin seseorang percaya terhadap perekonomian yang
terjadi,maka akan semakin besar minat untuk berinvestasi. Biasanya investasi
yang diminati seperti saham, penanaman modal langsung,dll. Namun apabila
investasi di saham, seseorang bisa dengan mudah memasukkan dan menarik
investasinya. Sehingga harga saham di bursa efek mudah turun dan naik.
Berbeda apabila investasi di
penanaman modal langsung, baik dalam maupun luar negeri karena akan lebih stabil
dan berjangka panjang. Pada saat krisis, investasi biasanya akan turun, karena
sebagian besar orang akan stop dulu, menunggu dan melihat situasi atau bahkan
ada yang menarik kembali modalnya.
Dan variabel yang terakhir adalah
ekspor neto. Ekspor neto merupakan selisih antara ekspor dengan impor. Kegiatan
ekspor impor merupakan salah satu faktor penting yang berdampak dalam
perkembangan perekonomian. Saat ini Indonesia baru bisa menghasilkan ekspor
komoditi yang nilai tambahnya tidak terlalu besar. Sedangkan Indonesia mengimpor
branded-branded yang bagus dan bemutu, serta komoditi-komoditi yang memiliki
nilai tambah sangat besar. Sebaiknya pemerintah cukup ketat dalam mengatur
barang impor masuk ke Indonesia. Hal ini bertujuan agar masyarakat Indonesia tidak
konsumtif terhadap Negara lain. Karena, apabila masyarakat mengkonsumsi barang
buatan negeri sendiri akan meningkatkan pula pendapatan perkapita, berarti
meningkatkan perekonomian Indonesia.
Sabtu, 20 April 2013
Di zaman modern seperti ini, orang Indonesia mengenal 3
bahasa, yaitu bahasa asing, bahasa Indonesia dan bahasa daerah. Penggunaan
bahasa asing (khususnya bahasa inggris) sangat dibutuhkan, jadi tak sedikit
orang tua yang memperkenalkan bahasa asing kepada anak-anaknya dari usia dini.
Para orang tua lebih mementingkan anaknya fasih dalam bahasa asing daripada
bahasa daerah, karena banyak yang menganggap bahasa daerah sudah ketinggalan
jaman.
Di lingkungan sekolah, pengajaran bahasa asing juga sudah
diadakan sejak taman kanak-kanak, sedangkan bahasa daerah?. Pengajaran bahasa
daerah sepertinya dianggap sebelah mata manfaatnya. Memang bahasa kesatuan
Indonesia itu adalah Bahasa Indonesia seperti yang telah di tetapkan pada
sumpah pemuda, namun bahasa daerah merupakan salah satu kebudayaan Indonesia
yang harus kita lestarikan.
Bahasa asing, bahasa Indonesia dan bahasa daerah memiliki
manfaat yang berbeda-beda. Bahasa asing berguna untuk persaingan, karena era
globalisasi seperti ini sangat dibutuhkan individu yang menguasai bahasa asing.
Bahasa Indonesia berfungsi sebagai sebagai bahasa resmi kenegaraan, sebagai
bahasa resmi di dalam perhubungan pada tingkat nasional untuk kepentingan
perencanaan dan pelaksanaan pembangunan serta pemerintahan, dan sebagai bahasa
pengantar resmi di lembaga-lembaga pendidikan.
Dan bahasa daerah tak kalah memiliki fungsi yang tak kalah
penting, yaitu sebagai alat komunikasi intraetnis, sarana menunjukkan
keakraban, sarana menunjukkan identitas daerah dan kebanggaan daerah. Dengan
fungsi-fungsi itu, diharapkan bahasa daerah dipakai secara murni dalam ranah
keluarga, ketetanggaan dan kekariban (antaranggota etnis yang sama), ranah
adat, dan ranah agama. Namun, kenyataan yang ada ialah pemakaian bahasa daerah
telah terkontaminasi oleh pemakaian unsur-unsur bahasa Indonesia dan mengalami
pergeseran
Saat ini banyak orang yang apabila ditanya dari suku mana?
Mereka menjawab (salah satu suku di Indonesia), dan ketika ditanya lagi apakah
bisa bahasa daerahnya? Banyak yang menjawab tidak.
Orang-orang dari daerah-daerah di Indonesia saja tidak dapat berbahasa
daerahnya, mereka lebih fasih dalam penggunaan bahasa gaul karena mereka
menganggap bahasa saat ini bahasa daerah sudah katro dan lebih gaul apabila
menggunakan bahasa gaul.
Salah satu faktor yang paling mempengaruhi seseorang dalam penggunaan
bahasa sehari hari yaitu faktor lingkungan. Lingkungan mencakup lingkungan
keluarga, lingkungan sekitar tempat tinggal, lingkungan sekolah, dll. Pengaruh
lingkungan sangat berpengaruh terhadap kebiasaan seseorang menggunakan bahasa
sehari harinya.
Misalkan si A orang tuanya menggunakan bahasa jawa dalam
percakapan sehari-harinya dirumah, maka si A pun akan menggunakan bahasa jawa
pula dalam percakapan dirumah. Sedangkan si B yang asli orang Yogyakarta, namun
lingkungan sekitar menggunakan bahasa betawi, maka si B pun akan terbawa
mengikuti bahasa betawi pula. Dan si C yang kedua orang tuanya orang Tegal,
tetapi disekolah dia selalu diejek ketika menggunakan bahasa Tegal karena
teman-temannya menggunakan bahasa Indonesia, maka si C pun akan merubah
bahasanya menjadi bahasa Indonesia.
Secara garis besar, faktor lingkungan keluarga lah yang besar pengaruhnya
terhadap penggunaan bahasa seseorang. Tak sedikit orang tua yang menerapkan
pemakaian bahasa inggris dirumah dengan harapan agar anaknya fasih dalam
penggunaan bahasa inggris
Siapa sih yang tidak
mengerti mandi? Semua orang tahu mandi, karena mandi merupakan kebiasaan yang
setiap hari dilakukan oleh semua orang (bahkan minimal 2x sehari). Sejak lahir
manusia sudah mandi sampai saat ini untuk membersihkan tubuh dari kotoran.
Bedanya kalau masih kecil masih suka dimandiin, tapi kalau sudah dewasa ya
mandi sendiri lah...
Ketika
tubuh terasa kotor, terasa lengket, atau ketika cuaca sangat panas, semua orang
memilih mandi. Normalnya mandi menggunakan air (mungkin ada yang pake pasir).
Setelah mengguyur seluruh badan dengan air serta membersihkannya dengan shampoo
dan sabun, dan jangan lupa gosok gigi kita semua sudah merasa sudah bersih
bukan?. Tapi mandi tak hanya bersih yang dibutuhkan, tapi kita juga harus tahu
cara mandi yang benar agar penyakit tidak gampang mampir.
Ada
beberapa penyakit yang terkadang suka mampir apabila tubuh kita basah seperti
influenza dan masuk angin. Buktinya ketika musim hujan datang, kita akan mudah
terserang flu atau masuk angin kan? Tetapi penyakit-penyakit itu tak hanya
datang ketika musim hujan saja loh, ketika kita salah dalam tata cara dalam
mandi, penyakit itu juga dapat menghampiri kita.
“Loh
kenapa tata cara mandi bisa berpengaruh ya?” Hal ini dapat terjadi karena
dengan cara mandi yang salah kan menyebabkan hawa panas tubuh terperangkap di
dalam badan yang akan menyebabkan keseimbangan hawa panas dalam tubuh dan hawa
dingin menjadi terganggu, sehingga menyebabkan datangnya penyakit influenza.
Nah, bila selama ini kita sering menderita influenza dan masuk angin, tidak ada
salahnya bila anda membaca panduan urutan mandi yang benar berikut ini:
1.
Menyikat Gigi
2.
Menyiram
mulai dari ujung jari kaki (kanan dan kiri) ke arah atas sampai lutut
3.
Menyiram
mulai dari lutut (kanan dan kiri) ke arah atas sampai bagian perut
4.
Menyiram
mulai dari bagian perut ke arah atas sampai pundak
5.
Menyiram
mulai jari ujung jari tangan (kanan dan kiri) sampai ke pundak
6.
Menyiram
mulai dari bagian leher ke arah atas sampai kepala
7.
Menyikat Gigi
Di sana tertera Menyikat
gigi ada di nomor 1 & 7, maksudnya sikat gigi bisa dilakukan pada awal atau
akhir mandi. Yang terpenting adalah nomor 2 – 6 harus dilakukan secara
berurutan. Menyiram dari bawah mempunyai maksud agar hawa panas tubuh terangkat
ke bagian atas tubuh dan akhirnya akan terbuang dan keluar melalui
lubang-lubang (rongga) tubuh bagian atas, seperti hidung, mulut dan telinga.
Lalu pada saat menyiram
bagian perut dan bagian dada biasanya kita akan merasa merinding. Hal ini
disebabkan oleh bergeraknya hawa panas tubuh dari bagian bawah badan di bagian
atas seperti mulut, hidung dan telinga. Bila kita menuruti aturan mandi ini
secara terus menerus maka InsyaAllah kita
akan merasakan manfaatnya. Badan akan terasa segar dan ringan dalam bergerak, selain
itu kita juga akan terhindar dari penyakit influenza dan masuk angin.
Semoga urutan mandi yang
benar ini dapat menghindarkan kita dari mengkonsumsi obat flu dan masuk angin
yang terlalu sering. Dan semua aktifitas kita dapat berjalan lancer, serta tubuh
kita tetap bersih dan sehat.
Langganan:
Postingan (Atom)

