Kamis, 29 Agustus 2013

Memilih Lab Mamen


Pertama tau dan kenal Lab Mamen (Manajemen Menengah) itu pas dapet praktikum MK2. Dapet jadwalnya hari minggu, awalnya agak sedih sih kenapa harus hari minggu? Jadinya engga ada liburnya sama sekali. Tapi setelah beberapa pertemuan, akhirnya mulai ikhlas. Apalagi ditambah Kp sama Tutornya yaitu Ka Pipit sama Ka Paskah sering banget sharing pengalaman-pengalamannya. Ka Paskah sering banget cerita dan kasih kita petuah-petuah dalam menghadapi kuliah dan tugasnya yang cukup melelahkan.
            Dari yang saya lihat, Lab Mamen itu Lab yang paling erat banget kekeluargaannya, Ka Paskah juga mengakui itu. Suka beberapa kali Ka Paskah menceritakan hal-hal positif yang dia dapat di Lab Mamen. Saya cukup semakin penasaran dan ingin banget gabung di Lab ini. Ga lama kemudian, Lab Mamen buka Oprek. ih waw, saya langsung berniat banget.
            Dari kelas ada sekitar 8 orang yang mendaftar jadi aslab, tapi yang lainnya pada gugur dan tersisa hanya 3 (termasuk saya) yang lolos menjadi aslab. Alhamdulillah banget ya. Awal bergabung, saya sudah bisa ngerasain kalo keluarga Lab Mamen itu saling perhatian satu sama lain, ikatan kekeluargaannya terasa begitu kental. Terasa di acara makrab dan bukber. Kaka-kaka senior itu engga menganggap kalo kita juniornya, ya dianggap kaya temen ajah. Dan para juniornya, walaupun akrab banget sama yang senior, tapi masih tetep sopan dan hormat.
            Tujuan awal saya mendaftar menjadi aslab di Lab Mamen yaitu belajar berorganisasi. Saya engga ikut UKM apa-apa, sekitar 4 semester kemarin saya hanya menjadi mahasaswa kupu-kupu. Sedikit iri sih dengan mahasiswa lain yang aktif di UKM namun tetap bisa kuliah dengan baik. Makanya saya mendaftar menjadi Asisten Lab Mamen agar saya tahu bagaimana cara berorganisasi yang baik, cara bekerja tim, lebih bertanggung jawab agar nanti pas di dunia kerja saya cukup mempunya bekal.
            Saya belum banyak mengenal tentang Lab ini, tapi saya berharap Lab ini jauh lebih lebih lebih baik dari apa hal baik yang saya perkirakan. Aamiin.

Senin, 08 Juli 2013

Febi, si pemilik tangan ajaib



          Belum genap 1 tahun saya mengenal gadis berkulit putih ini. Tapi saya cukup WAW dengan bakat dan keahlian yang dimilikinya. Keahlian menggoreskan pensil hingga tergambar dengan sangat jelas suatu objek.
          Saya engga tau, sudah pantaskah dia dibilang sebagai seorang pelukis. Tapi bagi saya, mahasiswi Jurusan Ekonomi yang sekelas dengan saya ini dapat menggambar dengan handal. Dia dapat menggambar objek tanpa melihat objeknya langsung, dapat menghidupkan suatu gambar, ya sudah tentu lewat tangannya.
          Terserah deh orang lain pada bilang saya terlalu berlebihan, tapi yang jelas dia memiliki potensi yang sangat bagus. Bisa jadi bakatnya itu akan menjadi sumber rejekinya. Aamiin...
          Pertama kali saya tau kalo dia bisa gambar itu pas saya liat ada satu gambar wanita dengan busana yang cukup bagus di file catetannya. Saya berfikir, ih hebat banget bisa ngedesain, kenapa engga jadi desainer ajah, kenapa masuk Ekonomi. Eh ternyata, dia engga cuma jago ngedesain baju ajah, dia juga bisa gambar yang lainnya.
          Terus pas ada satu mata kuliah yang mewajibkan sampul depannya harus gambar dengan tangan sendiri, si Febi ngebikinin Rena juga. Pas dinilai, gambar yang paling bagus dapet tambahan nilai, dan Febi sama Rena dapet tambahan nilai karena gambarnya bagus. Saya langsung berfikir, kenapa kemaren engga dibikinin febi juga ya. Hahahah licik banget saya ya...
          Tak hanya itu, pas beberapa anak kelas mau buka stand bazaar yang diberi nama “Pondok Aduhai”, Febi juga lah yang menggambarnya. Menurut saya, gambarnya cukup hidup, jagungnya yang menggoda, sosisnya yang sangat lezat, dan gelas es nya yang sangat menjanjikan menyegarkan tergorokkan.
          Bener-bener T O P deh Febi. Pas pelang (Vero) ulang tahun, dia juga lah yang melukiskan wajah pelang. Cukup sangat mirip, dipipinya, matanya yang berkaca mata, rambutnya, gigi behelnya, semuanya deh mirip, walaupun menurut saya lehernya terlihat seperti gondokan hehehe. Tapi kereeeennn.
          Dan belum lama, ketika dia melukiskan wajah temennya yang ingin pindah, hanya dalam waktu 1 hari, hasil lukisannya sudah jadi. Ya walaupun bentuk mukanya kurang panjang sedikit sih. Tapi jempol banget hasilnya, matanya itu loooooh seperti hidup.
          Dikelas dia sering banget nyoret2 kertas., tp engga sebarang nyoret, hasil coretannya itu menghasilkan sebuah lukisan. Lagi diem dia ngegambar, lagi bĂȘte dia ngegambar, bahkan pas lagi presentasi di depan kelas dia juga ngegambar.
Belom lama pas kelompok dia presentasi Teori Ekonomi 2, dia duduk sambil nunduk, rambutnya yang engga begitu panjang nutupin mukanya. Dosennya senyam-senyum, nanya ke saya, “itu ngantuk ya?”, kata saya “bukan bu, dia lagi ngegambar”. Masih bisa ajah kan ngegambar pas lagi presentasi.. dasar Febi......
Emang dasarnya udah hobi kali, ya dimanapun dan kapanpun. Tangan ajaibnya tetap bisa menceritakan sebuah cerita lewat gambar. Yaaaa memang tak sedikit orang yang bisa gambar, tapi bagi saya Febi itu keeereeeeeeeeeeeeen...............
Oh iya, pas saya disuruh bikin nametaq bentuk bad pig, dia juga yang bikin sket gambarnya, saya tinggal nyetak. Hehehe. Ga Cuma gambarnya, sampe tulisannya dia juga yang bikin, engga peke pensil dulu, langsung pake spidol dan langsung baguuus. Giliran saya yang tinggal nebelin tulisan, hasilnya jd jelek L.
Menurut saya, setiap apa yang tergorek dari tangannya Febi, semuanya cakep dah. Ada apa sih dengan tangannya? Sering di upgrade ya? heheh
Nih yang namanya Febi, siapa tau ajah ketemu dijalan, minta lukisin ajah ke dia. Hehehe

 Nih beberapa gambar febi yang saya ceritain tadi





Pejuang Islam : Abdullah Bin Khudzafah, Ra


Ia menjadi salah seorang tawanan tentara Romawi. Sebagai seorang ahli kuda yang gesit, Kaisar Romawi kagum kepadanya sehingga menawarinya untuk bergabung dengan pasukannya dengan pemberian imbalan yang besar. Tetapi, Abdullah bin Khudzafah menolaknya sambil mengatakan, “Wallahi, seandainya engkau berikan kepadaku seluruh kerajaanmu, aku tidak akan lepaskan agama Muhammad yang telah aku anut ini dan aku tidak akan pernah berkhianat kepada Khalifahku”.
 Kaisar berkata, ”Kalau begitu, siksalah dia dengan siksaan seberat-beratnya.”
 Abdullah berkata, ”Kalian hanya mampu menyiksa tubuhku yang fana, sedangkan jiwaku hanya ada di tangan Allah Ta’ala.”
 Maka, Abdullah bin Khudzafah disalib lalu di lempari panah sesuai dengan perintah kaisar. Setiap lemparan panah di sambutnya dengan teriakan, ”La Ilaahaillallah,” hingga panah-panah itu tidak mengenainya. Menyaksikan kejadian itu, sang kaisar menyuruh orang-orangnya untuk menyiapkan 1 kuali berisi air mendidih dan memerintahkan Abdullah bin Khudzafah untuk masuk kedalamnya. Ketika Abdullah Khudzafah memasukinya, ia pun menangis. Karenanya, kaisar menyangka dia ketakutan. ”Mengapa engkau menangis?” Tanya kaisar. Abdullah bin Khudzafah menungkas, ”Karena jiwaku hanya satu. Aku berharap memiliki seratus jiwa yang disiksa di jalan Allah.” Lalu kaisar berkata, ”Kalau begitu, tahan lah dia”
     Abdullah bin Khudzafah kemudian di masukkan kedalam sel. Lalu dikirimlah kepadanya seorang wanita muda yang cantik jelita dan genit dengan penampilannya yang merangsang untuk menggodanya dengan berbagai macam cara. Abdullah bin khudzafah membaca sekuntum ayat yang berbunyi :
       Dan wanita (Zzulaiha) yang Yusuf tinggal dirumahnya menggoda Yusuf untuk menundukkan dirinya (kepadanya) dan dia menutup pintu-pintu, seraya berkata, ”Marilah ke sini “ Yusuf berkata, ”Aku berlindung kepada Allah, sungguh tuanku telah memperlakukan aku dengan baik.” Sesungguhnya orang-orang yang zalim tiada akan beruntung.”(QS. Yusuf : 23)
 Tentara kaisar lalu memasukkan daging babi dan minuman keras ke dalam sel tahanan Abdullah bin Khudzafah. Maka, selama 3 hari dia terus-menerus membaca, ”Lailalaillallah” dan tidak mendekati daging babi serta minuman memabukkan itu.
Kemudian Raja Hiraklius memanggilnya. Ia menyuruh Abdullah untuk mecium kepalanya baru kemudian akan melepaskannya. Lalu Abdullah bin Khudzafah menukas, ”Kawan-kawanku juga harus di lepaskan.” Kemudian ia mencium kepala Hiraklius setelah menyetujui permintaannya itu.
Ketika ia kembali ke Madinah dan menceritakan peristiwa yang di alaminya kepada Umar bin Khattab, Umar dan para sahabat Rasulullah shallahu ‘alaihi wa sallam pun mencium kepalanya. Semoga Allah SWT meridhai Abdullah bin Khudzafah.

Novi Fajar Anggoro. 2009. 69 Pejuang Islam. Surabaya: Karya Agung

Bedug



Bedug adalah alat musik tabuh seperti gendang. Bedug merupakan instrumen musik tradisional yang telah digunakan sejak ribuan tahun lalu, yang memiliki banyak fungsi sebagai alat komunikasi  tradisional, baik dalam kegiatan ritual keagamaan maupun politik. Di Indonesia, sebuah bedug biasa dibunyikan untuk pemberitahuan mengenai waktu shalat atau sembahyang. Bedug terbuat sepotong batang kayu besar atau pohon enau sepanjang kira-kira 1 meter atau lebih. Ujung batang yang berukuran lebih besar di tutup dengan kulit binatang yang berfungsi sebagai membran atau selaput gendang. Bila di tabuh, bedug menimbulkan suara berat, bernada khas, rendah, tetapi dapat terdengar sampai jarak yang cukup jauh.
Bedug sebenarnya berasal dari India dan Cina. Bedasarkan legenda Cheng Ho dari Cina, ketika laksamana Cheng Ho datang ke Semarang, mereka di sambut baik oleh Raja Jawa pada masa itu. Kemudian,ketika Cheng Ho hendak pergi, dan hendak memberikan hadiah, raja dari Semarang mengatakan bahwa dirinya hanya ingin mendengarkan suara bedug dari masjid. Sejak itulah bedug kemudian menjadi bagian dari masjid, seperti di Negara Cina, Korea dan Jepang, yang memposisikan bedug di kuil-kuil sebagai alat komunikasi ritual keagamaan. Di Indonesia, sebuah bedug biasa di bunyikan untuk pemberitahuan mengenai waktu sholat atau sembahyang. 

Fungsi bedug sendiri ada 2 yakni :
·         Fungsi sosial : Bedug berfungsi sebagai alat komunikasi atau petanda kegiatan masyarakat, mulai dari ibadah, petanda bahaya, hingga petanda berkumpulnya sebuah komunitas.
·         Fungsi estetika : Bedug berfungsi dalam pengembangan dunia kreatif, konsep, dan budaya material musikal.

Kamis, 27 Juni 2013

Untung Rugi Menalangi Bank Century



Bank century merupakan bank publik yang tercatat di BEI yang mulai beroperasi tanggal 15 Desember 2004, merupakan hasil marger antara Bank CIC (Surviving Entity), Bank Danpac dan Bank Pikko.
Kasus Bank Century merupakan kasus yang terhangat di Indonesia yang banyak menyeret para pejabat. Awal mulaI terjadinya kasus Bank Century adalah Bank Century mengalami kalah kliring pada tanggal 18 November 2008. Kalah kliring adalah suatu terminologi yang di pahami oleh semua masyarakat untuk menggambarkan adanya deficit suatu bank. Sementara kliring itu sendiri adalah pertukaran data keuangan elektronik antar peserta kliring baik atas nama peserta atau klien yang mereka peroleh pada waktu tertentu.
Masalah yang terjadi di Bank Century merupakan masalah internal yang dilakukan oleh pihak manajemen bank yang berhubungan dengan klien mereka :
1.      Penyimpangan dan untuk peminjam $ 2,8 milyar (Rp 1,4 triliun Bank Century pelanggan dan pelanggan delta Antaboga Securities Indonesia adalahRp 1,4 Triliiun).
2.      Penjualan produk-produk investasifiktif Antaboga Delta Securities Indonesia. Jika produk  tidak perlu mendaftar BI dan Bappepam LK.
Kedua Point tersebut menimbulkan kerugian yang sangat besar bagi Nasabah Bank Century dan Uang para nasabah pun yang ada di Bank Century tidak bisa dicairkan dan tidak ada uang tidak dibayar oleh pelanggan.
Setelah tanggal 13 November 2008, Pelanggan Bank Century tidak dapat melakukan transaksi dalam bentuk devisa, kliring dan tidak dapat mentransfer juga tidak bisa karena Bank Century tidak mampu untuk melakukannya. Bank hanya dapat mentransfer uang ketabungan. Jadi uang itu  tidak bisa keluar dari bank. Hal ini terjadi pada semua pelanggan Bank Century.
Nasabah bank yang merasa dikhianati dan dirugikan karena banyak menyimpan uang di bank century, tapi sekarang bank tersebut tidak bisa dilikuidasi. Pelanggan mengasumsikan bahwa Bank Century Memperjual belikan produk investasi ilegal. Alasannya adalah investasi dipasarkan Antaboga Century Bank tidak terdaftar di Bapepam LK. Dan benar manajemen Bank Century tahu bahwa produk adalah ilegal. Kasus ini dapat mempengaruhi bank lain, di mana orang tidak percaya bahwa mereka lebih terhadap sistem perbankan nasional. Kasus Bank Century, sehingga bisa menyakiti bank di Indonesia, bahkan dunia.


Alasan untuk tidak menutup Bank Century

Dalam situasi yang serba kritis akibat krisis yang mendalam di Indonesia, KSSK (Komite Stabilitas Sistem Keuangan) harus mengambil keputusan: menutup atau menyelamatkan BC. Pilihan pun jatuh pada putusan menyelematkan yang adalah jamak seperti halnya ketika The Fed menyelamatkan perbankan di negaranya. Untuk menyelamatkan BC diperlukan dana setidaknya Rp6,76triliun.
Rincian angka bailout sebesar itu adalah untuk keperluan menambah modal bank (CAR) hingga 8% sebesar Rp1,7 triliun an kebutuhan likuiditas 3 (tiga) bulan ke depan sebesar Rp4,792 triliun Dana penyelamatan BC dikeluarkan dari kocek Lembaga Penjamin Pinjaman (LPS) yang bersumber dari pungutan premi perbankan.
Biaya penyelamatan dana talangan oleh LPS tadi diperhitungkan sebagai Penyertaan Modal Sementara (PMS) LPS ke BC yang berubah nama menjadi Bank Mutiara. Dalam kurun waktu dua hingga tiga bulan ke depan LPS akan melego saham Bank Mutiara ke calon investor. Jadi, di atas kertas dana talangan PMS sebesar Rp6,76 triliun tidaklah semuanya menguap bak angin lalu. PMS tersebut akan kembali, tergantung besarnya hasil penjualan saham bank itu oleh LPS.
Langkah KSSK menyelamatkan BC pun sepenuhnya bukanlah karena ingin menyelamatkan satu bank itu. Langkah ini hanya merupakan bagian dari upaya besar yang ingin disasar, yakni menjaga stabilitas sektor keuangan dan perbankan serta menyelamatkan perekonomian. Sementara kesan yang muncul di publik adalah mengapa Pemerintah mesti mengorbankan dana triliunan untuk sebuah bank yang dianggap tidak pantas diselamatkan.
Dalam kondisi normal, kegagalan Bank Century tidaklah termasuk bank sistemik dan tidak harus diselamatkan. “Tapi dalam situasi krisis, bank sekecil apa pun potensial sekali menjadi sistemik,” ujar Raden Pardede, mantan Sekretaris KSSK. Menurut kalkulasi A. Tony Prasetiantono, Kepala Pusat Studi Ekonomi dan Kebijakan Publik Universitas Gadjah Mada (UGM) seperti dilansir harian Kompas, 14 Desember 2009, ongkos jika BC tak diselamatkan diperkirakan hanya Rp6 triliun. Lebih murah Rp600 miliar dibanding bail-out BC. Angka itu diperoleh dari perhitungan total dana pihak ketiga di BC sebesar Rp9 triliun. Total dana nasabah yang dijamin LPS (Rp2 miliar per rekening) diperkirakan mencapai Rp6 triliun. Sisanya (Rp3 triliun) tidak masuk skim penjaminan LPS. Tapi, kata dia, itu baru memperhitungkan biaya langsung. Padahal ada biaya tak langsung. Yang dimaksud biaya tak langsung adalah ongkos kepanikan deposan yang memiliki dana di atas Rp2 miliar yang tak dijamin LPS di 23 bank-bank (peers) setara BC.
Aksi rush dana sangat mungkin terjadi. Bila hal itu terjadi diperkirakan akan ada 23 bank yang akan ikut kolaps. Bila bank-bank itu ambruk, maka LPS mesti mengganti dana nasabah. Sulit memastikan berapa besar biaya yang mesti dikeluarkan kalau skenario menutup BC terjadi. Tapi yang jelas, kata Tony, ongkos tak langsung bila BC tak diselamatkan akan lebih besar dari Rp6,76 triliun. Jadi? “Menyelamatkan BC dengan harga Rp6,76 triliun masih jauh lebih murah daripada skim lainnya,” tandas Tony Prasetyantono. Menurut dia, membandingkan biaya penyelamatan dengan nasi bungkus, biaya pemulihan gempa di Padang atau lainnya tidak ada metodologinya. Tidak juga ilmiah dan sistematis. Semestinya, yang menjadi pembanding adalah aset dan dana masyarakat di sektor perbankan yang berhasil diamankan stabilitasnya.
Dengan hanya Rp6,76 triliun, dana masyarakat di seluruh bank di Indonesia yang mencapai Rp1.800 triliun dicegah kepanikan dan kebangkrutan. Hal lain, kata Raden Pardede, yang mesti diperhitungan adalah biaya menyehatkan bank-bank bila BC tidak diselamatkan. Pada waktu melikuidasi 16 bank pada Nopember 1997, ada ongkos yang menjadi beban APBN mencapai Rp600 triliun. Dana sebesar itu dipakai untuk merekapitalisasi perbankan nasional agar terhindar dari kebangkrutan. Hal itu belum lagi memperhitungkan ekses lain.
Jadi keputusan untuk menyelamatkan Bank Century dengan dana talangan dari LPS merupakan pilihan yang lebih baik dari pada menutupnya. Karena dana yang dibutuhkan untuk menalangi Bank Century jumlahnya lebih sedikit daripada dana yang harus dikeluarkan untuk menyehatkan bank-bank lain jika Bank Century ditutup.

Referensi :