Kamis, 24 November 2016

Maaf, Aku Kecewa

Kecewa....

Kecewa hadir karena pengharapan yang digantung terlalu tinggi
Kecewa hadir karena kepercayaan terlalu besar terhadap sesuatu
Kecewa hadir karena kau lupa bahwa kehendak-Nya itu yang terbaik


Aku kecewa
Saat ini aku kecewa
Aku kecewa terhadap diri ini
Mengapa ku gantungkan pengharapan yang terlalu tinggi?
Mengapa ku kibaskan terlalu lebar sayap yang tak tampak?
Mengapa?
Aku kecewa

Bukan salah dia atas semua ini
Bukan salahmu juga


Aku yakin, Tuhan bukannya tak mengabulkan keinginanku
Tapi Tuhan lebih memahami apa yang aku butuhkan
Jika setiap doaku terkabul dengan mudahnya
Kapan aku belajar berjuang dan belajar menjadi lebih baik, bukan?


Tuhan
Maafkan aku yang saat ini sedang kecewa
Kecewa terhadap aku

Kamis, 17 November 2016

Rindu kamu yang kesekian Part 3

Mengapa aku selalu rindu kamu
Mengapa aku selalu rindu kamu Mengapa aku selalu rindu kamu

Tak ada kabar dari mu
Tak ada berita tentang mu
Tak ada petunjuk apapun

Aku selalu merindukanmu
Aku rindu kamu

Sudahlah
Semoga Tuhan segera mengobati rinduku

Selasa, 15 November 2016

Rindu kamu yang kesekian Part 2

Peluit,  klakson,  derungan
Ramai

Aku tak bisa melupakanmu

Hai,  kau sedang apa?
Apa yang kau rasa?
Apakah sama denganku?
Aku rindu

Tak ingin kah kau memulai?
Cukup memulai bicara,  memulai percakapan,  memulai bertanya "apa kabar? "

Dulu aku terbayang,
Bagaimana nanti jika lama tak melihatmu
Bagaimana nanti jika jarak cukup memisahkan aku denganmu
Bagaimana nanti jika waktu tak kunjung menjawab
Akankah dingin menguasai?

Aku rindu kamu
Tapi tenang saja, aku dapat mengatasinya
Aku masih menyukai keberadaannya

Kamis, 10 November 2016

Disini Hujan Rindu

Disini hujan
Hujan deras,  sangat deras

Hei disini juga ada yang merindu
Aku rindu kamu
Rindu hebat, sangat hebat

Kamu tau,  ada pohon tumbang
Hujan angin menghempas kencang
Riuh, kacau dalam badai
Dan aku tetap rindu

Tak ada korelasi antara hujan deras dengan rindu
Namun kurasa ini hujan rindu

Tunggu dulu,  kapanpun,  aku merindu

Minggu, 06 November 2016

Hai senyum tampan

Hai tuan tampan pemilik senyum menawan

Aku suka kalimat itu,  entah aku mengutipnya dari mana,  namun ku kira cocok untuk mu

Kau dimana?  Sedang apa? Tidak ada komunikasi yang terjalin lagi

"Memang seharusnya bagaimana?" seolah ada sosok lain dalam diriku yang kesal atasku.  Hahahah.  Lupakan

Tuhan menghadirkanmu saat itu,  kurasa, hanya untuk menjadi penghibur penatku
Dia mendatangkanmu duduk disampingku sebagai perantara tawa yang tak boleh aku lupa
Dia menetapkanmu untuk beberapa waktu disekitarku, mungkin untuk membiarkanku mengingat senyummu sampai saat ini
Dia melengkungkan suaramu,  untuk ku ingat selamanya

Hai pemilik senyum menawan dan memesona
Hanya saat itu waktu kita.
Waktu kita menjalin kerjasama tepatnya
Namun waktumu untuk tersenyum tampan ada difikiranku sampai detik ini

Jangan liar2 ya berkelana didalam fikiranku,  aku sulit mengendalikannya,  apalagi kalau malam tiba

Kekasihku

Kasih,  kumohon bicaralah!
Ceritakan apa yang kau rasa
Ungkapkan apa yang kau ingin
Mengapa kau hanya terdiam?
Mengapa kau begitu kaku dan membeku?

Ku mohon,  Kekasihku

Beri aku penjelasan atas semua ini
Atas waktu yang terus berputar sampai detik ini
Atas sikap yang tak menentu yang sulit kupahami
Atas tatapan dan ketergantungan yang menggoyahkan ku
Beri aku pemahaman atas itu,  Kekasihku

Ups,  maaf kan aku yang tlah lancang menyebutku Kekasihku
Aku bukan Kekasihmu
Aku hanya temanmu yang terlanjur menumbuhkan perasaan untukmu

Rindu kamu yang kesekian Part 1

Kamu tau,  ketika tengah malam aku merindukanmu
Saat itu bersamaan perutku lapar
Aku makan saja,  berharap semuanya teratasi
Ya benar teratasi,  tapi rinduku masih disini
Aku masih merindukanmu dengan perut kenyangku