Minggu, 10 Juli 2016
Segelas Kopi hitam arabica panas pelepas penat
Katanya, racikan terbaik barista manis
Kopi hitamku tanpa gula, namun terasa manis
Derasnya hujan memadu dengan putaran sendok
Aaaaaaah kopi hitam manis tanpa gula ku
Tak sabar, segera ku raih cangkir putih
Sial, terlalu panas untuk tangan yang membeku karena dinginnya hati
Tumpah,
Kopi hitam manis tanpa gula ku tumpah
Cairan pekat mengalir, menyebar memenuhi meja kayu
Ya sudah, segera ku pesan kembali secangkir kopi robusta untuk menemani hujan yang terus menghujam dari balik jendela
Katanya, racikan terbaik barista manis
Kopi hitamku tanpa gula, namun terasa manis
Derasnya hujan memadu dengan putaran sendok
Aaaaaaah kopi hitam manis tanpa gula ku
Tak sabar, segera ku raih cangkir putih
Sial, terlalu panas untuk tangan yang membeku karena dinginnya hati
Tumpah,
Kopi hitam manis tanpa gula ku tumpah
Cairan pekat mengalir, menyebar memenuhi meja kayu
Ya sudah, segera ku pesan kembali secangkir kopi robusta untuk menemani hujan yang terus menghujam dari balik jendela
Mengutip percakapan siang kemarin
"Kenapa ya 'orang kaya gitu' hadirnya cuma sebentar".
Diperjelas dulu,
'Orang kaya gitu' yang dimaksud itu, seseorang dengan sosok yang menyenangkan, kepribadian unik, pencair suasana, penghangat situasi, humoris, kadang bikin kesyel dan akhirnya bikin baper. Wkwkwk canda.
Kenapa Tuhan menghadirkan sosoknya sangat singkat? Engga bisa ya ditambah lagi waktunya?
Skenario Allah itu luar biasa dahsyat. Allah menghadirkan sosoknya sebagai obat penat, Allah mendatangkan dirinya sebagai penetralisir urat2 pemikiran yang menegang, Allah menghadirkan dirinya sebagai bukti bahwa hidup itu tak selalu serius, tak selalu target, tak selalu laporan.
Allah menghadirkan dirinya di waktu yang tepat, dan menghilangkannya di waktu yang tepat pula.
Ingat! Jalan cerita yang Allah buat itu sungguh istimewa.
Selamat berdoa, semoga Allah menghadirkan kembali obat penetralisir dikemudian hari.
"Kenapa ya 'orang kaya gitu' hadirnya cuma sebentar".
Diperjelas dulu,
'Orang kaya gitu' yang dimaksud itu, seseorang dengan sosok yang menyenangkan, kepribadian unik, pencair suasana, penghangat situasi, humoris, kadang bikin kesyel dan akhirnya bikin baper. Wkwkwk canda.
Kenapa Tuhan menghadirkan sosoknya sangat singkat? Engga bisa ya ditambah lagi waktunya?
Skenario Allah itu luar biasa dahsyat. Allah menghadirkan sosoknya sebagai obat penat, Allah mendatangkan dirinya sebagai penetralisir urat2 pemikiran yang menegang, Allah menghadirkan dirinya sebagai bukti bahwa hidup itu tak selalu serius, tak selalu target, tak selalu laporan.
Allah menghadirkan dirinya di waktu yang tepat, dan menghilangkannya di waktu yang tepat pula.
Ingat! Jalan cerita yang Allah buat itu sungguh istimewa.
Selamat berdoa, semoga Allah menghadirkan kembali obat penetralisir dikemudian hari.
Jumat, 08 Juli 2016
Kamu pernah bilang, "tanganku akan terus menari mengikuti kata hati, tak pernah buntu, bahkan semakin menjadi sejak kau putuskan untuk tidak lagi manjadi penikmat sajak sajak ini"
Teruslah menulis
Teruslah melukis cahaya
Terus ukir untaian kata
Biarkan menyatu menjadi gelombang rasa yang mengudara di langit cakrawala
Walau dia tak lagi menjadi penikmatnya
Aku janji akan terus menunggu senja melukis cahaya
Sebab, bagiku sajakmu lebih dari cahaya di malam gulita
Teruslah menulis cahaya untuk siapapun
Teruslah menulis
Teruslah melukis cahaya
Terus ukir untaian kata
Biarkan menyatu menjadi gelombang rasa yang mengudara di langit cakrawala
Walau dia tak lagi menjadi penikmatnya
Aku janji akan terus menunggu senja melukis cahaya
Sebab, bagiku sajakmu lebih dari cahaya di malam gulita
Teruslah menulis cahaya untuk siapapun
Kamis, 30 Juni 2016
Samar dalam ingatan ini ketika pertama kali melihatmu
Kau sibuk dengan lembaran kertas dan koin-koin berkah yg kau bawa
Amanah yang kau ikrarkan pada Tuhan didalam hatimu
Sungguh sibuk
Kau tertunduk terlalu fokus dan mengabaikan sekitar
Aku tak bisa melihat rupamu saat itu
Yang aku lihat, hanya sesosok pria sibuk memegang koin di depan sebuah kotak kecil
Hanya itu, dan sampai disitu
Beberapa waktu kemudian
Sosok itu datang kembali dengan keadaan yang lebih baik setelah kabar buruk menimpanya
Menghampiriku sambil menitipkan sesuatu
Belum ada yang aneh saat itu
Belum ada yang salah
Berganti hari dan semakin sering hadirmu ada di depan mataku
Berganti hari keakraban tercipta diheningnya ruang
Berganti hari pula aku menyadari ada yang salah ketika mendengar hentak kakimu
Kenapa semua ini tercipta begitu cepat?
Dan kenapa semua ini juga harus berakhir secepat kilat?
Baru kemarin rasanya sosok samar itu sibuk dengan koinnya
Baru kemarin pula aku menyadari sosok samar itu nyata di depanku
Dan sekarang sosok itu berjanji akan segera pergi
Kau sibuk dengan lembaran kertas dan koin-koin berkah yg kau bawa
Amanah yang kau ikrarkan pada Tuhan didalam hatimu
Sungguh sibuk
Kau tertunduk terlalu fokus dan mengabaikan sekitar
Aku tak bisa melihat rupamu saat itu
Yang aku lihat, hanya sesosok pria sibuk memegang koin di depan sebuah kotak kecil
Hanya itu, dan sampai disitu
Beberapa waktu kemudian
Sosok itu datang kembali dengan keadaan yang lebih baik setelah kabar buruk menimpanya
Menghampiriku sambil menitipkan sesuatu
Belum ada yang aneh saat itu
Belum ada yang salah
Berganti hari dan semakin sering hadirmu ada di depan mataku
Berganti hari keakraban tercipta diheningnya ruang
Berganti hari pula aku menyadari ada yang salah ketika mendengar hentak kakimu
Kenapa semua ini tercipta begitu cepat?
Dan kenapa semua ini juga harus berakhir secepat kilat?
Baru kemarin rasanya sosok samar itu sibuk dengan koinnya
Baru kemarin pula aku menyadari sosok samar itu nyata di depanku
Dan sekarang sosok itu berjanji akan segera pergi
Aku takut merindukanmu
Pasti itu sungguh berat
Seolah olah mendengar suaramu
Tapi tak ada dirimu
Seakan akan terlihat senyummu
Tapi tak ada sosokmu
Aaaghhh
Mengapa kali ini aku mampu melukis dengan hampir sempurna
Melukis tatap matamu, senyum manismu, dereran gigi-gigimu, cara jalanmu, sampai suhu tubuhmu dapat ku lukis jelas
Sungguh berat
Lukisan itu tak nyata
Hanya menghabiskan waktu-waktuku
Sungguh berat
Aku takut
Takut merindukanmu
Pasti itu sungguh berat
Seolah olah mendengar suaramu
Tapi tak ada dirimu
Seakan akan terlihat senyummu
Tapi tak ada sosokmu
Aaaghhh
Mengapa kali ini aku mampu melukis dengan hampir sempurna
Melukis tatap matamu, senyum manismu, dereran gigi-gigimu, cara jalanmu, sampai suhu tubuhmu dapat ku lukis jelas
Sungguh berat
Lukisan itu tak nyata
Hanya menghabiskan waktu-waktuku
Sungguh berat
Aku takut
Takut merindukanmu
Tak ingin lebih
Aku tak ingin rasa ini lebih
Biarkan seperti ini saja
Aku tak ingin keadaan ini berubah
Biarkan seadanya saja
Saat kita saling melempar lelucon
Dan terbahak bersama-sama
Ku pandangi diam-diam senyum manis itu
Memperhatikan tumpukan gigi yang tak rapi, tapi menarik bagiku
Biarkan saja
Terus lanjutkan kejahilanmu yang aku tunggu
Terus dengarkan celoteh anehmu yang membuat ku tenang
Terus tatap tajam apa saja yg kau lihat walau itu bukan menatapku
Aku ingin seperti ini saja
Tak berubah
Tak lebih
Aku ingin kau terus disini saja
Tidak pergi
Aku tak ingin rasa ini lebih
Biarkan seperti ini saja
Aku tak ingin keadaan ini berubah
Biarkan seadanya saja
Saat kita saling melempar lelucon
Dan terbahak bersama-sama
Ku pandangi diam-diam senyum manis itu
Memperhatikan tumpukan gigi yang tak rapi, tapi menarik bagiku
Biarkan saja
Terus lanjutkan kejahilanmu yang aku tunggu
Terus dengarkan celoteh anehmu yang membuat ku tenang
Terus tatap tajam apa saja yg kau lihat walau itu bukan menatapku
Aku ingin seperti ini saja
Tak berubah
Tak lebih
Aku ingin kau terus disini saja
Tidak pergi
Senin, 06 Juli 2015
Gajah mati meninggalkan gading.
Harimau mati meninggalkan belang.
Manusia mati meninggalkan nama.
Yaa, seperti itu pribahasa yang sering saya dengar sedari dulu.
Namun, apa maksud "nama" yang ditinggalkan manusia??
Maksud dari "manusia mati meninggalkan nama" yaitu bagaimana orang-orang disekitar mengingat manusia tsb ketika telah tiada.
Apakah orang-orang mengingat kebaikan atau justru keburukan yg telah dilakukan semasa hidup. Itu semua tergantung pada pribadi masing-masing. Jika selama hidup kita selalu menyebar kebaikan, inshaAllah ketika telah menghadap Ilahi Rabbi kebaikan kita akan dikenang dan dijadikan suatu contoh dan pembelajaran. Namun jika semasa hidup kita selalu berbuat jahat, maka ketika telah tiada hanya keburukan kita yang diperbincangkan.
Saya jadi teringat dengan kisah teman saya bernama Erie Anggraeni. Wanita yang memiliki senyum manis ini telah dipanggil oleh Allah beberapa waktu lalu. Sy tidak terlalu dekat denganya. Sempat tidak percaya dengan kenyataan yg terjadi saat itu, namun ya itu memang yang terjadi.
Sudah tak ada lagi senyum manis yg terukir di wajahnya. Sudah tak ada lagi lensung pipit dipipinya. Sudah tak ada lagi suara lembutnya. Namun, sebuah pembelajaran hebat terkuak dari sosok lembutnya.
Malam setelah kepergiaannya, sy membaca blog Erie. Ada beberapa tulisan tugas kampus dan tulisan perjalanan hidupnya. Yaa iseng-iseng sy membacanya sambil mengenang sosoknya.
Cukup terkejut dengan beberapa tulisan yang telah dibuatnya. Disana menceritakan bagaimana perjalanan hidupnya, bagaimana kekuatan dia untuk tetap kuliah, bagaimana keinginan kuatnya untuk membahagiakan ibunya, bagaimana cara dia menyembunyikan bebannya. Maha Suci Allah, dari sosok mungil yang biasa terlihat murah senyum, ternyata tersembunyi kisah hidup yang cukup berat. Allahuakbar.
Mengapa sy baru mengetahui ttg dirinya ketika dia telah tiada? Mengapa tidak sejak bbrp waktu lalu?
Inilah rahasia Allah. Allah mengizinkan sy baru mengetahui kisahnya agar dapat dijadikan pembelajaran untuk saya, inshaAllah untuk kita semua.
Terimakasih Erie, kau telah ingatkan kita untuk selalu bersyukur, untuk tidak selalu mengeluh dan untuk tetap tegar menghadapi hidup yang singkat ini.
Itulah sedikit yang bisa sy ceritakan. MasyaAllah, disaat raganya sudah tak lagi bersama kita, dia tetap mampu bermanfaat untuk kita semua lewat tulisan yang pernah dibuatnya sehingga kita mendapatkan suatu pembelajaran berharga.
Itulah "nama" yang telah ditinggalkan oleh Erie. Semoga kau bahagia disana ya. Kau pasti bahagia.
Harimau mati meninggalkan belang.
Manusia mati meninggalkan nama.
Yaa, seperti itu pribahasa yang sering saya dengar sedari dulu.
Namun, apa maksud "nama" yang ditinggalkan manusia??
Maksud dari "manusia mati meninggalkan nama" yaitu bagaimana orang-orang disekitar mengingat manusia tsb ketika telah tiada.
Apakah orang-orang mengingat kebaikan atau justru keburukan yg telah dilakukan semasa hidup. Itu semua tergantung pada pribadi masing-masing. Jika selama hidup kita selalu menyebar kebaikan, inshaAllah ketika telah menghadap Ilahi Rabbi kebaikan kita akan dikenang dan dijadikan suatu contoh dan pembelajaran. Namun jika semasa hidup kita selalu berbuat jahat, maka ketika telah tiada hanya keburukan kita yang diperbincangkan.
Saya jadi teringat dengan kisah teman saya bernama Erie Anggraeni. Wanita yang memiliki senyum manis ini telah dipanggil oleh Allah beberapa waktu lalu. Sy tidak terlalu dekat denganya. Sempat tidak percaya dengan kenyataan yg terjadi saat itu, namun ya itu memang yang terjadi.
Sudah tak ada lagi senyum manis yg terukir di wajahnya. Sudah tak ada lagi lensung pipit dipipinya. Sudah tak ada lagi suara lembutnya. Namun, sebuah pembelajaran hebat terkuak dari sosok lembutnya.
Malam setelah kepergiaannya, sy membaca blog Erie. Ada beberapa tulisan tugas kampus dan tulisan perjalanan hidupnya. Yaa iseng-iseng sy membacanya sambil mengenang sosoknya.
Cukup terkejut dengan beberapa tulisan yang telah dibuatnya. Disana menceritakan bagaimana perjalanan hidupnya, bagaimana kekuatan dia untuk tetap kuliah, bagaimana keinginan kuatnya untuk membahagiakan ibunya, bagaimana cara dia menyembunyikan bebannya. Maha Suci Allah, dari sosok mungil yang biasa terlihat murah senyum, ternyata tersembunyi kisah hidup yang cukup berat. Allahuakbar.
Mengapa sy baru mengetahui ttg dirinya ketika dia telah tiada? Mengapa tidak sejak bbrp waktu lalu?
Inilah rahasia Allah. Allah mengizinkan sy baru mengetahui kisahnya agar dapat dijadikan pembelajaran untuk saya, inshaAllah untuk kita semua.
Terimakasih Erie, kau telah ingatkan kita untuk selalu bersyukur, untuk tidak selalu mengeluh dan untuk tetap tegar menghadapi hidup yang singkat ini.
Itulah sedikit yang bisa sy ceritakan. MasyaAllah, disaat raganya sudah tak lagi bersama kita, dia tetap mampu bermanfaat untuk kita semua lewat tulisan yang pernah dibuatnya sehingga kita mendapatkan suatu pembelajaran berharga.
Itulah "nama" yang telah ditinggalkan oleh Erie. Semoga kau bahagia disana ya. Kau pasti bahagia.
Langganan:
Postingan (Atom)
