Rabu, 30 November 2016

Sudah Tak Merindu

Rindu itu indah
Suatu rasa aneh, melelahkan namun mengasyikan
Rindu itu indah
Suatu rasa asing, tak bertuan namun membuai
Rindu itu indah
Karena rinduku, kamu

Rindu, Perindu dan Merindu
Terlalu sering rasa aneh itu merasuki ku
Terlalu sering rasa asing itu menghampiriku
Aku selalu menjadi seorang yang tengah merindu
Selalu
Merindukanmu

Apa daya
Segalanya memiliki batas
Tak sanggup relung hati ini menampung rasa rindu yang terus menderas
Tak sanggup ruang rindu ini membendung
Rinduku tumpah

Tak ada rindu saat ini
Sudah tak merindu
Aku sudah tak merindu

Tanpamu Itu Rasanya.....

Tanpamu itu rasanya.....
Sulit, awal memang sulit
Membiasakan keadaan
Tidak ada dirimu
Tidak bersamamu
Serta tidak melulu tentangmu
Memulai merubah
Belajar menerima

Tanpamu itu rasanya......
Biasa saja
Aku harus belajar membiasakan diri
Belajar kembali seperti dulu
Saat belum mengenalmu
Saat belum terus memikirkanmu
Saat dada ini belum sesak akan mu

Tanpamu itu rasanya.....
Aku bisa
Aku bisa bila kehidupan ini berlanjut
Dan itu tanpamu

Tanpamu itu rasanya.....
Tak mengapa
Asal Tuhan terus bersamaku

Selasa, 29 November 2016

Diriku, Berhentilah!

Kan sudah ku bilang,
Terlalu berharap akan membentuk cekungan kekecawaan yang semakin dalam
Lantas,  mengapa aku terus dan terus berharap padamu

Tidak jelaskan isyarat penolakan yang kau lakukan?
Kurang jelaskah pembatas yang semakin kau bangun tinggi?
Bodoh,  aku sungguh bodoh
Tak hiraukan semua itu dan terus berharap,  semakin berharap
Ku abaikan,  hingga sesak terus menguasai, sakit semakin melumpuhkan

Diriku, kumohon berhentilah
Berhenti terus mengharapkannya
Berhentilah terus menggantungkan perngharapan padanya

Berhentilah!

Minggu, 27 November 2016

Tak Bisa

Aku tidak melupakanmu
Tidak bisa
Tidak akan mungkin bisa kulakukan

Menurutku, melupakan adalah suatu tindakan kejahatan
Aku bukan orang jahat
Jadi, aku tidak akan mungkin melupakan
Apalagi melupakan dirimu

Aku hanya mengurangi porsimu berkelana dipikiranku
Mengurangi porsimu mensesakkan setiap malamku
Aku juga mengurangi porsiku yang terus berharap padamu

Maaf, bukan ku kurangi porsiku
Tapi ku pangkas porsiku yang terus menggantungkan harapan padamu

Biarkan Tuhan yang menuangkan porsinya masing-masing
Entah, akan terus berkurang, kembali bertambah atau......
Entah

Yang kau harus tahu
Aku selalu ingat kamu
Tapi aku takut merindukanmu

Kamis, 24 November 2016

Maaf, Aku Kecewa

Kecewa....

Kecewa hadir karena pengharapan yang digantung terlalu tinggi
Kecewa hadir karena kepercayaan terlalu besar terhadap sesuatu
Kecewa hadir karena kau lupa bahwa kehendak-Nya itu yang terbaik


Aku kecewa
Saat ini aku kecewa
Aku kecewa terhadap diri ini
Mengapa ku gantungkan pengharapan yang terlalu tinggi?
Mengapa ku kibaskan terlalu lebar sayap yang tak tampak?
Mengapa?
Aku kecewa

Bukan salah dia atas semua ini
Bukan salahmu juga


Aku yakin, Tuhan bukannya tak mengabulkan keinginanku
Tapi Tuhan lebih memahami apa yang aku butuhkan
Jika setiap doaku terkabul dengan mudahnya
Kapan aku belajar berjuang dan belajar menjadi lebih baik, bukan?


Tuhan
Maafkan aku yang saat ini sedang kecewa
Kecewa terhadap aku

Kamis, 17 November 2016

Rindu kamu yang kesekian Part 3

Mengapa aku selalu rindu kamu
Mengapa aku selalu rindu kamu Mengapa aku selalu rindu kamu

Tak ada kabar dari mu
Tak ada berita tentang mu
Tak ada petunjuk apapun

Aku selalu merindukanmu
Aku rindu kamu

Sudahlah
Semoga Tuhan segera mengobati rinduku

Selasa, 15 November 2016

Rindu kamu yang kesekian Part 2

Peluit,  klakson,  derungan
Ramai

Aku tak bisa melupakanmu

Hai,  kau sedang apa?
Apa yang kau rasa?
Apakah sama denganku?
Aku rindu

Tak ingin kah kau memulai?
Cukup memulai bicara,  memulai percakapan,  memulai bertanya "apa kabar? "

Dulu aku terbayang,
Bagaimana nanti jika lama tak melihatmu
Bagaimana nanti jika jarak cukup memisahkan aku denganmu
Bagaimana nanti jika waktu tak kunjung menjawab
Akankah dingin menguasai?

Aku rindu kamu
Tapi tenang saja, aku dapat mengatasinya
Aku masih menyukai keberadaannya

Kamis, 10 November 2016

Disini Hujan Rindu

Disini hujan
Hujan deras,  sangat deras

Hei disini juga ada yang merindu
Aku rindu kamu
Rindu hebat, sangat hebat

Kamu tau,  ada pohon tumbang
Hujan angin menghempas kencang
Riuh, kacau dalam badai
Dan aku tetap rindu

Tak ada korelasi antara hujan deras dengan rindu
Namun kurasa ini hujan rindu

Tunggu dulu,  kapanpun,  aku merindu

Minggu, 06 November 2016

Hai senyum tampan

Hai tuan tampan pemilik senyum menawan

Aku suka kalimat itu,  entah aku mengutipnya dari mana,  namun ku kira cocok untuk mu

Kau dimana?  Sedang apa? Tidak ada komunikasi yang terjalin lagi

"Memang seharusnya bagaimana?" seolah ada sosok lain dalam diriku yang kesal atasku.  Hahahah.  Lupakan

Tuhan menghadirkanmu saat itu,  kurasa, hanya untuk menjadi penghibur penatku
Dia mendatangkanmu duduk disampingku sebagai perantara tawa yang tak boleh aku lupa
Dia menetapkanmu untuk beberapa waktu disekitarku, mungkin untuk membiarkanku mengingat senyummu sampai saat ini
Dia melengkungkan suaramu,  untuk ku ingat selamanya

Hai pemilik senyum menawan dan memesona
Hanya saat itu waktu kita.
Waktu kita menjalin kerjasama tepatnya
Namun waktumu untuk tersenyum tampan ada difikiranku sampai detik ini

Jangan liar2 ya berkelana didalam fikiranku,  aku sulit mengendalikannya,  apalagi kalau malam tiba

Kekasihku

Kasih,  kumohon bicaralah!
Ceritakan apa yang kau rasa
Ungkapkan apa yang kau ingin
Mengapa kau hanya terdiam?
Mengapa kau begitu kaku dan membeku?

Ku mohon,  Kekasihku

Beri aku penjelasan atas semua ini
Atas waktu yang terus berputar sampai detik ini
Atas sikap yang tak menentu yang sulit kupahami
Atas tatapan dan ketergantungan yang menggoyahkan ku
Beri aku pemahaman atas itu,  Kekasihku

Ups,  maaf kan aku yang tlah lancang menyebutku Kekasihku
Aku bukan Kekasihmu
Aku hanya temanmu yang terlanjur menumbuhkan perasaan untukmu

Rindu kamu yang kesekian Part 1

Kamu tau,  ketika tengah malam aku merindukanmu
Saat itu bersamaan perutku lapar
Aku makan saja,  berharap semuanya teratasi
Ya benar teratasi,  tapi rinduku masih disini
Aku masih merindukanmu dengan perut kenyangku